Traveler yang akan melaksanakan ibadah Umroh harus waspada terhadap Middle East Respiratory Syndrome (MERS) CoV. Virus ini mirip dengan SARS, bahkan dianggap lebih berbahaya. World Health Organization (WHO) mendapat laporan MERS sudah merebak sejak 2012.
Oleh karena itu, pada 2013 WHO membuat travel advice bagi para jamaah Umroh dan Haji. Meski sampai saat ini serangan terhadap traveler bisa dibilang langka, ada baiknya Anda waspada.
Mengutip situs resmi WHO, Rabu (7/5/2014), traveler yang sebelumnya punya penyakit tertentu (seperti diabetes dan sakit paru-paru) punya kemungkinan lebih besar terserang MERS. Traveler yang punya penyakit tersebut harus konsultasi dengan dokter sebelum pergi Umroh atau Haji.
WHO mengatakan pihak yang bertanggung jawab dengan kegiatan Umroh & Haji di negara bersangkutan, dalam hal ini, Kementerian Agama di Indonesia harus melakukan sosialisasi terhadap travel agent dan jamaah yang akan berangkat. Ada beberapa hal mendasar yang penting untuk mengurangi risiko terkena virus MERS:
1. Mencuci tangan dengan sabun dan air
2. Memasak makanan sampai matang, mencuci buah dan sayuran sebelum memakannya
3. Menjaga higienitas diri sendiri selama perjalanan
4. Menjauhi area perkebunan dan binatang liar
Pihak Kementerian Kesehatan di seluruh negera juga harus melakukan sosialisasi terhadap virus MERS. Misal lewat poster di pesawat dan transportasi umum, banner, dan siaran radio.
Selama Umroh, traveler harus waspada terhadap kesehatan diri sendiri. WHO menuturkan, kalau merasa sesak nafas sekaligus demam dan batuk selama Umroh, lebih baik hindari kontak langsung dengan orang lain. Jangan lupa pakai masker, dan segera periksa ke dokter sesampainya di Tanah Air.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru