"Umat Muslim dunia menghabiskan sekitar USD 137 juta untuk berwisata di tahun 2012," tutur Wamenparekraf, Sapta Nirwandar dalam konferensi pers International Forum of Islamic Tourism dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Ruang Banda B, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (12/5/2014).
Hal itu berarti, lanjut Sapta, turis Muslim menyumbang sekitar 12,5% dari total pengeluaran perjalanan global. Data ini berdasarkan penelitian Thomson Reuters dalam State of the Global Islamic Economy 2012.
"Jumlah itu diperkirakan akan bertambah menjadi USD 181 juta pada 2018. Ini di luar perjalanan haji dan umroh ya," tambah Sapta.
Sementara itu, wisata dan bisnis syariah di berbagai belahan dunia juga menyumbang pengeluaran yang tidak sedikit. Dalam penelitian yang sama dipaparkan, total pengeluaran Muslim dunia untuk makanan & minuman halal adalah sebesar USD 1.088 miliar atau sekitar 16,6% dari total pengeluaran global.
"Ini jadi salah satu alasan banyak negara mempromosikan restoran halal. Korea misalnya, bahkan punya destinasi Muslim dan promosinya pun kuat," papar Sapta.
Di sektor pakaian, Indonesia bahkan menduduki peringkat 3 dalam hal pakaian Muslim dunia. Kebutuhan Muslim untuk pakaian mencapai USD 224 miliar pada 2012, dan diperkirakan akan terus bertambah.
"Nomor 1 untuk sektor pakaian adalah Turki, tapi Indonesia bisa dibilang sudah menjadi destinasi fesyen Muslim kelas dunia," kata Sapta.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru