Data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf menunjukkan, kunjungan wisman pada Januari-April 2014 mencapai 2.947.684 orang. Jumlah ini naik 10,64% dari periode yang sama tahun lalu, yakni 2.664.176 orang.
"Ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, infrastruktur dan direct flight yang semakin banyak dari tahun lalu," tutur Menparekraf Mari Elka Pangestu saat konferensi pers di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (2/6/2014).
Hal kedua, lanjut Mari, adalah kunjungan wisman asal Tiongkok yang bertambah pesat.
"Kenaikannya mencapai 30,42%. Sudah beberapa bulan terakhir. Ini menggeser posisi Tiongkok menjadi 3 besar pemasok wisman di Indonesia setelah Singapura dan Malaysia," paparnya.
Kunjungan wisman melalui 3 pintu utama yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai, dan Pelabuhan Batam mengalami pertumbuhan tinggi masing-masing sebesar 7,57%, 14,84%, dan 10,39%.
Pertumbuhan tinggi juga terjadi di Bandara Internasional Lombok (BIL). Selama periode Januari-April 2014, pertumbuhannya di atas 130% karena dimulainya beberapa penerbangan langsung dari Australia.
"Paruh kedua dalam setahun biasanya selalu lebih besar dibanding paruh pertama. Dengan pertumbuhan ini kita optimis target wisman di atas 9,5 juta akan tercapai," tutup Mari.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun