Para peserta The Extreme Journey (TEJ) 2014 yang digelar oleh Caldera tiba di Pulau Moyo, Selasa (10/6/2014) dan langsung diberikan tantangan untuk mampu bertahan hidup dengan teknik survival. Begitu tiba di Pulau Moyo peserta diwajibkan mendirikan tenda bivak untuk shelter perlindungan di Tanjung Boko.
Selama di pulau mereka diberikana tantangan untuk bertahan hidup dengan bekal seadaanya. Para peserta hanya dibekali satu kilogram beras, korek, kayu, air mineral satu galon, satu butir telur ayam, satu wortel dan satu timun.
Peserta juga dibekali dengan tali dan mata kail untuk mencari ikan. Perbekalan ini harus mampu mereka maksimalkan untuk bertahan hidup selama 3 hari 2 malam.
Meski sudah dibekali dengan tali dan mata kail untuk memancing ikan para peserta tak mampu mendapatkannya karena air pasang. "Karena pasang air laut kami kesulitan mencari ikan jadi kami hanya mendapatkan kepiting kecil"Ujar salah satu perserta Rikki Himawan.
Eko peserta Tim Hijau asal Magelang mengatakan kesulitan mencari ikan. "Oleh karenanya kami berusaha mencari satwa di darat dan berhasil menangkap seekor ular pohon," kata dia.
Setiap tim diberikan area seluas 10 kali 100 oleh panitia untuk mencari kayu dan makanan. Jika tim hijau mendapatkan ular pohon, tim biru dan merah mendapatkan kepiting untuk sarapan pagi sebalum melakukan berbagai macam tantangan dari panitia.
Di lokasi Tanjung Boko tempat peserta mendirikan bivak merupakan kawasan hutan pantai yang masih banyak satwa liar seperti satwa liar seperti ular, babi hutan dan rusa. Selama di Pulau Moyo peserta selain survival meraka akan diberikan berbagai macam tantangan seperti trekking, melompat ke Air Terjun Diwu Mbai, dan lomba sampan.
Di sini dibutuhkan kerja sama tim yang cukup tinggi guna menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan. Setiap tantangan ini akan diberikan penilaian oleh panitia yang akan diakumulasikan guna penentuan pemenang.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun