Para peserta melakukan perjalanan berangkat pukul 01.30 WITA. Mereka dibekali dengan uang Rp 225 ribu. Ketiga tim berangkat bersama dengan menggunakan bus jurusan Celabai-Bima dengan tiket Rp 50 ribu pada Rabu (11/6).
Kondisi bus yang penuh sesak dan bercampur dengan binatang ayam dan kambing menambah nuasa lain dalam perjalanan.
"Kondisi di dalam bis penuh sesak dan ada beberapa penumpang yang membawa ayam dan kambing. Kami kebagian duduk di bangku tambahan dari kayu yang ditaruh di antara bangku penumpang. Sesuatu yang wow sekali," ujar Ferdy peserta dari Tim Biru.
Selama perjalanan beberapa kali bus mengalami kendala mulai dari ban bocor hingga kehabisan solar. Meski demikian perjalanan tetap menyenangkan karena di dalam bus yang penuh sesak para penumpang suasana penuh akrab dan persaudaraan.
"Mobil beberapa kali bermasalah ban bocor dan kebahabisan solar, kami semua turun ketika itu terjadi. Namun setelah naik posisi penumpang tetap tidak ada yang pindah mengambil posisi yang enak. Yang paling asik meski keadaan mobil penuh sesak di dalam bus suasana keakraban antar penumpang oke banget. Kita sempat dikasih makanan oleh penumpang lain. Itu yang menjadi pelajaran kita di sini meski keadaan kurang baik nuansa keakraban ya mantab," curhat Winny.
Sesampainya di Bima pukul 08.00 WITA, ketiga tim sepakat untuk menyewa sebuah angkutan umum menuju Pelabuhan Sape. Sebelumnya mereka minta diantarakan supir angkutan umum mencari tempat makan yang murah meriah. Di tempat makan mereka bertemu dengan seorang warga yang ingin memberikan tambahan uang saku namun mereka tolak.
"Di Bima kami sempat mencari makan terlebih dahulu minta supir untuk dicarikan tempat makan yang tidak lebih dari harga Rp 10 ribu. Di tempat makan kami bertemu seorang warga yang ingin memberikan kami tambahan ongkos namun kami tolak," kata Alid peserta dari Tim Merah.
Selama perjalanan Bima menuju Sape peserta seharusnya singgah di Desa Maria untuk check poin bonus. Namun karena terlalu malam akhirnya ketiga tim sepakat untuk tidak singgah.
Sampai di Pelabuhan Sape pukul 23.30 WITA dan langsung disambut oleh puluhan preman. Suasana cukup tegang saat itu.
"Kita sampai jam setengah 12 begitu sampai langsung disambut 8 orang bertampang sangar membawa sejumlah parang. Sebelumnya kami diingatkan warga bila bertemu orang diminta untuk mengaku rombongan pemerintah. Kami lakukan itu dan merekapun membubarkan diri" ujar Majid peserta Tim Biru.
Setelah sampai mereka mencari "lapak" tidur di emperan toko di Pelabuhan. Suasana saat itu cuaca cerah dan cukup dingin. Pagi ini semua peserta menyeberang ke Labuan Bajo dengan menggunakan Ferry.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang