Ya, Cape Town kini dilirik hampir seluruh mata dunia. Setiap tahunnya, jutaan turis datang untuk mengagumi pemandangan Cape Town sambil berdecak kagum dan menarik nafas panjang. Tak ketinggalan aktivitas potret turut dilakoni.
Nah, dari berbagai aktivitas liburan, pamer di sosial media bagaikan hal wajib. Sayang, tidak tersedianya WiFi kadang jadi kendala. Turis yang ingin terakses dengan internet diminta membayar mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Shaheed Ebrahim (37), seorang mantan bankir yang menggagas tur ini. Ia mendapat ide setelah mendapat pengalaman sulitnya menemukan intenet dalam perjalanan.
"Saya dan istri akan memberikan iPad kepada anak-anak supaya bisa bermain dalam perjalanan. Tapi kami sadar kalau banyak dari aplikasinya harus tersambung dengan internet," ceritanya soal ide awal pembuatan tur, seperti dilansir CNN, Rabu (2/7/2014).
Ebrahim juga menyadari kalau paket tur yang ia kelola perlu menawarkan sesuatu yang akan membuat ia berbeda dari paket lain.
"Kita hidup di era teknologi di mana orang-orang ingin bertukar informasi langsung. Mereka ingin mengupload foto di Facebook atau Instagram secara real time," tuturnya.
Terlepas dari itu semua, Cape Town memang menawarkan wisata yang seru. Anda bisa datang ke desa Bo Kaap. Desa ini diisi oleh rumah aneka warna dari kuning, biru dan pink.
Bukan cuma itu, turis juga bisa melihat penguin yang hidup di salah satu pantai Cape Town. Situs warisan dunia yang berada di tebing setinggi 200 meter juga bisa jadi pilihan.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh