Pariwisata yang Ramah Lingkungan di Raja Ampat
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata yang Ramah Lingkungan di Raja Ampat

- detikTravel
Rabu, 02 Jul 2014 15:11 WIB
Pariwisata yang Ramah Lingkungan di Raja Ampat
Raja Ampat (Regi Kurniawan/ACI)
Jakarta - Sail Raja Ampat 2014 akan menjadi kegiatan untuk menarik ribuan wisatawan ke bagian kepala burung Pulau Papua. Meski demikian pemerintah menjamin, pembangunan pariwisata di Raja Ampat memperhatikan keberlangsungan alam.

"Kita ingin membangun Raja Ampat menjadi sustainable tourism. Diving di Raja Ampat adalah satu-satunya tempat yang ada dive guidenya. Itu sangat penting seperti tidak boleh mengambil koral dan menjaga wilayah yang tidak boleh diselami," kata Menparekraf Mari Elka Pangestu.

Dia mengatakannya dalam keterangan pers usai rakor tingkat menteri tentang Sail Raja Ampat 2014 di Kantor Kemenkokesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2014). Sail Raja Ampat 2014 akan digelar 23 Agustus 2014 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun Raja Ampat akan ramai, pembatasan pengunjung juga akan dilakukan untuk menjaga kelestarian alam. Pin pengunjung akan diberlakukan sebagai tanda masuk pada Sail Raja Ampat 2014.

"Ada pin untuk pengunjung. Jadi kita tinggal membatasi jumlah pin untuk membatasi jumlah pengunjung," kata Mari.

Kearifan lokal di Raja Ampat menurut Mari akan diperhatikan seperti kebersihan lingkungan yang dilakukan masyarakat di sana. Suvenir-suvenir untuk Sail Raja Ampat juga sudah disiapkan dengan bahan yang ramah lingkungan.

"Sudah dikirim juga desainer untuk membuat suvenir produk kreatif dari homestay-homestay. Mereka sudah menggunakan warna artifisial. Kita kembalikan pada warna alam. Ada tourism information center dan sarana-sarana di Raja Ampat," ujar Mari.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads