Menparekraf (Menteri Pariwisata dam Ekonomi Kreatif), Mari Elka dan pejabat Eselon 1 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan kunjungan ke Pasar Benhil, Jakarta pada Senin (7/7/2014). Tiba sejak pukul 15.30 WIB, suasana di Pasar Benhil sedang hujan lebat dan banjir semata kaki orang dewasa.
Hal itu rupanya tidak menyurutkan niat Mari Elka untuk berkeliling Pasar Benhil dan berburu takjil. Meski, para pedagang sempat mengeluh soal hujan dan banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari Elka menanggapi, hujan dan banjir memang jadi masalah utama bagi wisatawan dan pedagang setempat di Pasar Benhil. Wisatawan jadi basah-basahan, serta para pedagang harus berjibaku menlindungi makanan yang dijajakan.
"Sebenarnya Pasar Benhil ini sudah ada 10 tahun lalu dan merupakan pasar kaget karena hanya ada saat bulan puasa saja. Namun, secara fisik harus dikelola dengan baik terutama soal banjir," kata Mari Elka.
Mari Elka menambahkan, suatu pasar memang seharusnya memiliki tempat kuliner yang jadi ikon dan daya tarik kepada wisatawan. Soal banjir, pihak pasar diharapkan dapat mengelola tata ruang dengan baik.
"Ke depannya bagaimana kita harus bisa mengelola itu (masalah banjir-red). Pasar harus rapi, harus bersih," tegas Mari.
Mari pun mengaku berbelanja banyak di sana, dari aneka kue seperti kue lamang sampai lauk makanan seperti ikan bakar. Dia bahkan menyebut kalau Pasar Benhil adalah street food khas Jakarta yang bisa jadi agenda wisata ramadan.
"Bisa dibilang street food ya, ini yang dicari wisatawan," tandas Mari.
(ptr/shf)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Di Belgia Ada Kompetisi Tiru Suara Burung Camar, yang Paling Mirip Jadi Juara