Para peserta Caldera the Extreme Journey Across the Asia ditantang memasak makan malam untuk tuan rumah suku Black Hmonk. Seberapa pas rasa makanan dengan lidah suku asli tersebut?
Setelah trekking gila-gilaan selama sekitar 7 jam, akhirnya mereka sampai ke desa suku Black Hmonk. Jumat malam (1/8/2014), ketiga tim ini harus memasak makan malam di rumah singgah masing-masing.
Tim pertama, X2 memasak nasi, tumis kangkung dan tahu goreng. Mereka memasak di tungku sederhana dengan penerangan dari senter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya ada Tim X4 yang memasak mie goreng dan tumis labu siam khas Vietnam. Ditambah dengan sambal kecap.
"Kami menggunakan mie khas sini, masaknya ala Indonesia tapi menyesuaikan rasa di sini," ujar Joeng dari X4 saat memasak.
Tim terakhir, X9, sampai di desa sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Mereka langsung memasak karena takut tuan rumah mengantuk.
"Kami memilih menu dessert karena ini sudah malam. Jadi masak yang simple dan pas dengan waktunya," kata Eko dari T X9 yang memasak pisang keju coklat.
Lalu berapa nilai masing-masing dari masakan mereka? Menu dari X2 mendapat nilai 23 dari pemilik rumah. X4 mendapat nilai 75 dari pemilik rumah. Terakhir, X9 mendapat nilai sempurna yaitu 100 dari pemilik rumah.
Setelah bermalam, mereka kembali diberikan amplop tantangan untuk menuju destinasi selanjutnya.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru