Terbengkalai, Bandara di Kongo Jadi Taman Bermain
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terbengkalai, Bandara di Kongo Jadi Taman Bermain

- detikTravel
Jumat, 08 Agu 2014 08:20 WIB
Terbengkalai, Bandara di Kongo Jadi Taman Bermain
(Michael Christopher Brown/Magnum Photos)
Goma - Goma International Airport di Kota Goma, Kongo, telah melewati masa kejayaannya. Sejak ditutup tahun 2002, bandara tersebut terbengkalai. Anak-anak setempat pun menjadikannya tempat bermain, termasuk di bangkai pesawat.

Β 

Mengutip CNN, Jumat (8/8/2014), berikut penampakan Gowa International Airport dan pesawat-pesawat yang terbengkalai:

1. Ditutup akibat gunung meletus

(Michael Christopher Brown/Magnum Photos)
Perang menahun dan meletusnya Gunung Nyirangongo di Goma, Kongo, menutup paksa Goma International Airport pada 2002. Pada waktu itu, aliran lahar sempat menerjang kawasan bandara. Namun pasca kejadian tersebut, masyarakat setempat masih memanfaatkan sisa-sisa pesawat dan bandara. Misal, mengambil batu vulkanis yang tersisa dan beberapa bagian bangkai pesawat untuk rumah mereka.

2. Taman bermain

(Michael Christopher Brown/Magnum Photos)
Mulai saat itu, Goma International Airport menjadi taman bermain anak-anak setempat. Sebuah fakta yang mengenaskan, karena mayoritas dari mereka tak bisa sekolah. Menjadi pilot adalah salah satu cita-cita yang paling mereka inginkan, namun apa daya, anak-anak itu hanya bisa bermain dalam bangkai pesawat.

3. Mengambil aneka barang

(Michael Christopher Brown/Magnum Photos)
"Saya melihat anak-anak masuk dan bermain di dalam bangkai pesawat, mengambil beberapa barang juga kabel mesin. Lempengan besi bisa digunakan untuk kompor, sementara kabel bisa digunakan untuk barang elektronik," tutur jurnalis foto Michael Christopher Brown seperti dilansir dari CNN, Jumat (8/8/2014).

4. Biaya sekolah mahal

(Michael Christopher Brown/Magnum Photos)
Di Kongo khususnya Goma, biaya sekolah tergolong mahal apalagi untuk masyarakat yang mayoritas miskin. Tak heran anak-anak setempat lebih memilih bermain di bekas bandara tersebut. Meski rupanya, itu merupakan hal yang berbahaya mengingat Goma International Airport sempat ditempati kelompok pemberontak Kongo.
Halaman 2 dari 5
Perang menahun dan meletusnya Gunung Nyirangongo di Goma, Kongo, menutup paksa Goma International Airport pada 2002. Pada waktu itu, aliran lahar sempat menerjang kawasan bandara. Namun pasca kejadian tersebut, masyarakat setempat masih memanfaatkan sisa-sisa pesawat dan bandara. Misal, mengambil batu vulkanis yang tersisa dan beberapa bagian bangkai pesawat untuk rumah mereka.

Mulai saat itu, Goma International Airport menjadi taman bermain anak-anak setempat. Sebuah fakta yang mengenaskan, karena mayoritas dari mereka tak bisa sekolah. Menjadi pilot adalah salah satu cita-cita yang paling mereka inginkan, namun apa daya, anak-anak itu hanya bisa bermain dalam bangkai pesawat.

"Saya melihat anak-anak masuk dan bermain di dalam bangkai pesawat, mengambil beberapa barang juga kabel mesin. Lempengan besi bisa digunakan untuk kompor, sementara kabel bisa digunakan untuk barang elektronik," tutur jurnalis foto Michael Christopher Brown seperti dilansir dari CNN, Jumat (8/8/2014).

Di Kongo khususnya Goma, biaya sekolah tergolong mahal apalagi untuk masyarakat yang mayoritas miskin. Tak heran anak-anak setempat lebih memilih bermain di bekas bandara tersebut. Meski rupanya, itu merupakan hal yang berbahaya mengingat Goma International Airport sempat ditempati kelompok pemberontak Kongo.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads