Kemudahan Imigrasi & Ragam Revolusi Pariwisata Usulan BPPI

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kemudahan Imigrasi & Ragam Revolusi Pariwisata Usulan BPPI

- detikTravel
Rabu, 13 Agu 2014 18:30 WIB
Kemudahan Imigrasi & Ragam Revolusi Pariwisata Usulan BPPI
(Afif/detikTravel)
Jakarta - Badan Promosi Pariwisata Indonesia telah menyebutkan masalah apa saja yang ada di pariwisata Indonesia. Nah sekarang, inilah aneka revolusi pariwisata yang digagas BBPI.

Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), adalah badan swasta yang bergerak untuk mendukung pariwisata Indonesia. Badan ini berjalan beriringan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Setelah sebelumnya menyebutkan kekurangan yang ada di pariwisata Indonesia, kini badan itu menawarkan gagasan revolusi. Tujuan revolusi itu sendiri adalah, menurut BPPI, untuk memajukan dunia pariwisata Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa revolusi yang harus dilakukan adalah revolusi mental dan revolusi pariwisata," kata Ketua BPPI, Yanti Sukamdani dalam acara Gagasan Quantum Leap Pariwisata dan Ekonomi Kreatif oleh BPPI di Restoran Andrawina, Hotel Grand Sahid, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Menurut Yanti, revolusi mentalnya berupa pemberantasan korupsi. Jika semua bersih, tidak ada dana yang melenceng, pembangunan bisa jauh lebih pesat. Selanjutnya adalah meningkatkan kesejahteraan dan meninggikan moral. Menurut Yanti, Indonesia harus punya jati diri.

"Indonesia memang terkenal dengan keramahtamahannya. Namun di masa seperti ini, itu saja tidak cukup," kata Yanti.

Sedangkan untuk revolusi pariwisata, menurut Yanti, adalah meningkatkan target jumlah kunjungan wisatawan. "Kalau bisa kita menargetkan 20-25 juta wisman di tahun 2019. Serta, 275 juta wisnus di tahun 2019," ujar Yanti.

Lalu, bagaimana membuat target itu bisa terwujud? Menurut Yanti, salah satu caranya adalah dengan memperbaiki infrastruktur. Lalu, memudahkan imigrasi demi kenyamanan para wisatawan terutama wisatawan luar negeri. Selanjutnya adalah penambahan negara yang bisa bebas visa atau kemudahan VoA.

"Masa wisatawan mau liburan ke Indonesia tapi lama sekali berurusan di imigrasi karena antrean panjang, kita harus perbaiki itu," ujar Yanti.

Masih tentang revolusi pariwisata. Selanjutnya, sumber daya manusia yang memadai dibutuhkan. Bukan sekadar sumber daya, melainkan, menurut Yanti, yang profesional. Yaitu yang sesuai dengan ilmu profesinya, serta bersertifikasi.

Terakhir, rasa aman. Para wisatawan akan lebih betah dan nyaman liburan di Indonesia jika mereka merasa aman. Maka dari itu, menurut Yanti, ada baiknya kita mewujudkan negara yang lebih kondusif untuk perkembangan pariwisata.

(ptr/ptr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads