Masa Depan Pariwisata Indonesia Cerah, Tapi...
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Masa Depan Pariwisata Indonesia Cerah, Tapi...

- detikTravel
Selasa, 19 Agu 2014 16:50 WIB
Masa Depan Pariwisata Indonesia Cerah, Tapi...
Sunset di Pantai G-Land, Banyuwangi yang jadi lokasi peselancar dunia (Afif/detikTravel)
Jakarta - Indonesia harusnya bangga bisa 'membusungkan dada' soal pariwisata. Negeri ini punya ratusan budaya dan puluhan ribu pulau dengan banyak potensi wisata. Masa depan pariwisata Indonesia pun dinilai cerah, tapi ada beberapa hal yang jadi masalah.

"Rata-rata, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara itu sekitar 8 persen dalam 5 tahun terakhir. Ini angka yang bagus, tahun 2014 ini pun target kami adalah 9,5 juta wisatawan mancanegara," kata Menparekraf, Mari Elka dalam Konferensi Nasional 'Penyiapan SDM Pariwisata yang Kompeten dan Berdaya Saing Dalam Mengantisipasi Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015' di Grand Ballroom, Pulman Hotel and Resort Jakarta, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Dari soal kunjungan wisatawan mancanegara, Mari optimis target tahun ini akan tercapai. Lagipula, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan ASEAN menunjukan angka yang bagus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2013 arus kunjungan wisatawan ke negara ASEAN sudah mencapai 92,7 juta atau meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pariwisata di ASEAN ini menjanjikan," kata Mari.

Selain dari jumlah kunjungan, data The Travel and Tourism Competitiveness Index yang dilansir World Economic Forum (WEF) di tahun 2013 memberikan nilai yang tak jelek-jelek amat untuk Indonesia untuk kategori daya saing wisata dan SDM pariwisata. Indonesia ada di peringkat ke-70 untuk daya saing, meski di bawah Malaysia dan Singapura, serta di peringkat ke-38 soal SDM pariwisata.

"Di daya saing wisata, kita ada di tengah-tengah dari 140 negara. Sedangkan di SDM pariwisata, kita di atas Filipina," ucapnya.

Mari pun berpendapat, Indonesia punya masa depan yang cerah. Ada banyak potensi wisata dari alam, kuliner dan budaya yang bisa mendatangkan banyak wisatawan mancanegara. Tapi lagi-lagi, ada masalah klasik yang tak bisa ditanggung Kemenparekraf sendiri.

"Kita harus bekerjasama dengan beberapa kementerian lain untuk mengembangkan pariwisata, dengan Kementerian Perhubungan misalnya, untuk infratruktur dan aksesibilitas. Kita tidak bisa bekerja sendiri," ujar Mari.

Terakhir, Mari memaparkan soal PR yang harus diselesaikan Kemenparekraf untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. Ada empat poin penting dan harus diutamakan.

"Memperbaiki infratruktur, konektivitas, perbaikan tempat-tempat wisata dan pengembangan SDM," pungkas Mari.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads