Asyik! Bukit Pianemo di Raja Ampat Sudah Dipasang Tangga
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sail Raja Ampat

Asyik! Bukit Pianemo di Raja Ampat Sudah Dipasang Tangga

- detikTravel
Jumat, 22 Agu 2014 08:15 WIB
Asyik! Bukit Pianemo di Raja Ampat Sudah Dipasang Tangga
Indahnya pemandangan di Pianemo (Erwin/detikTravel)
Sorong - Wisatawan yang datang ke Raja Ampat tentu akan rugi jika tidak berkunjung ke puncak bukit Pianemo. Dari puncak bukit tersebut kita bisa melihat sebuah bentangan geopark yang menakjubkan.

Gugusan puluhan kepulauan nampak terlihat seperti barisan piramida. Sulitnya medan yang harus dilalui saat menuju puncak terbayar ketika berhasil menaklukkan bukit setinggi kurang lebih 200 meter itu. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono sempat menjajal tangga tersebut. Curamnya tangga membuat Agung sempat ngos-ngosan. Keringat membasahi baju yang dia kenakan.

Menurut Agung pembangunan tangga tersebut untuk memudahkan medan menuju puncak. Selain itu agar pengunjung tidak merusak, menebang tanaman maupun batuan di Bukit Pianemo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tangga ini dibangun salah satu tujuannya agar masyarakat yang datang tidak merusak (lingkungan)," kata Agung di Puncak Bukit Pianemo, Rabu (20/8/2014).

Bukit Pianemo menjadi salah satu tempat wisata andalan di Raja Ampat. Jumat (22/8) besok rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke bukit tersebut. Kedatangan Presiden SBY itu dalam rangka membuka acara Sail Raja Ampat 2014.

Nah, soal tangga ini, tak mudah lho membangunnya. Pembuatan tangga tersebut tak boleh menebang satu pun batang pohon, atau merusak batuan dan tanah di bukit tersebut.

"Jadi dicari medan yang tak harus menebang pohon, atau menggempur tanah," kisah Andri seorang petugas pembangunan. Sehingga jangan heran saat naik menuju puncak bukit Pianemo ada batang pohon di tengah-tengah tangga.

Kayu yang digunakan untuk membuat tangga merupakan kayu besi. Semua kayu didatangkan dari luar Raja Ampat. Sulitnya medan juga menjadi kendala saat membawa papan-papan kayu ke atas bukit.

Masalah lainnya adalah semua material yang digunakan, seperti paku, gergaji didatangkan dari Waisai. Semua peralatan itu diangkut menggunakan speed boat dengan biaya carter Rp 8 juta sekali angkut.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads