Homestay di Raja Ampat, Oke Juga Lho!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sail Raja Ampat

Homestay di Raja Ampat, Oke Juga Lho!

- detikTravel
Sabtu, 23 Agu 2014 08:23 WIB
Homestay di Raja Ampat, Oke Juga Lho!
Homestay di Raja Ampat (Aan/detikTravel)
Raja Ampat - Kalau ingin liburan ke Raja Ampat dengan bujet lebih murah, coba saja menginap di homestay. Banyak warga yang rumahnya bisa diinapi wisatawan, apalagi saat perhelatan Sail Raja Ampat.

Sail Raja Ampat membawa berkah bagi penduduk sekitar. Rumah-rumah penduduk disulap menjadi homestay. Sang pemilik merengguk rezeki. Nafsiah (37), seorang warga sekitar bersyukur 'istana'nya dipilih oleh Pemkab Raja Ampat dan panitia Sail Raja Ampat menjadi tempat menginap tamu-tamu yang menghadiri Sail Raja Ampat.

Kediaman perempuan yang akrab disapa Maya ini berlokasi di dekat Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), tempat diselenggarakannya Sail Raja Ampat. Waktu yang ditempuh menuju pantai sekitar 5 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detiktravel dan sejumlah media yang ikut bersama rombongan Kemenparekraf berkesempatan tinggal di rumah Nafsiah saat Sail Raja Ampat sejak 21 hingga 23 Agustus 2014. Nafsiah berbagi cerita dirinya mendapat kabar dari pihak Pemkab Raja Ampat yang memberitahukan rumah yang dihuninya sejak tahun 1998 ini lalu dipilih untuk menjadi homestay sejak 3 bulan lalu.

Ia mengatakan sekitar 6 orang panita Sail Raja Ampat kemudian datang melakukan pengecekan kondisi rumah seminggu sebelum penyelenggaraan sail keenam ini. Rupanya ada standar khusus sebelum menggandeng warga untuk rumahnya dijadikan homestay wisatawan.

"Panitia mengecek semua ruangan, kamar mandi, sumur dan menjanjikan akan memberikan bahan-bahan untuk merenovasi," ujar Nafsiah.

Rumah Nafsiah cukup besar terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, 5 kamar tidur, 2 kamar mandi dan dapur. Nafsiah lalu mempercantik rumahnya. Dinding rumah dicat dengan warna pink. Pintu kayu dicat warna putih dan menambal dinding-dinding yang retak akibat gempa.

"Dulunya dindingnya warna oranye dan pintu warna coklat. Saya mengganti dengan cat pink dan kombinasi warna hijau dan kuning di kamar-kamar. Renovasi ini dikerjakan selama 4 hari," cerita perempuan berkerudung ini.

Menurut dia, rumah-rumah warga yang terpilih menjadi homestay harus memenuhi syarat-syarat yang ketat. "Rumah dan halaman harus bersih dan rapi, kamar mandi harus bersih, air sumur jernih," ujar dia.

Ibu dua anak ini mengaku diberi fasilitas AC dan kasur serta bantal oleh panitia. "Saya diberi 2 kasur besar dan 4 bantal serta 2 AC," kata Nafsiah.

Tidak hanya itu, kamar-kamar yang disewa dipasangi tarif Rp 500 ribu per hari. Pemilik rumah diminta menyediakan snak pagi dan sore serta minuman.

"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali," kata dia.

Sayangnya, khusus rumah Nafsiah hanya menjadi homestay sementara. Padahal peluang bisnisnya cukup menjanjikan. Namun jangan khawatir, masih banyak homestay lain di Raja Ampat untuk tempat menginap para traveler.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads