"3 Museum yang paling penting dan wajib dikunjungi itu adalah Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda dan Museum Perumusan Naskah Proklamsi," ucap Kasubid Pengembangan dan Pemanfaatan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum, Dani Wigatna setelah jumpa pers 'Ayo ke Museum' di Starbucks Stasiun Kota, Jl Stasiun Kota No 1, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014).
Dani menuturkan, 3 museum tersebut menyimpan sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia untuk merdeka. Di masing-masing museumnya ada suatu fase tersendiri dalam melawan penjajah dan meraih kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum Kebangkitan Nasional berada di Jl Abdul Rachman Saleh No 26, Senen, Jakarta Pusat. Di dalamnya Anda bisa mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan rakyat Indonesia sejak abad ke-18 sampai masa perjuangan Boedi Oetomo. Tak ketinggalan, sejarah dunia kedokteran Indonesia ada di sana.
"Setelah masa Boedi Oetomo, lalu dilanjutkan oleh anak-anak muda 20 tahun setelahnya. Peristiwa tersebut dikenal dengan Sumpah Pemuda, suatu sumpah yang mempersatukan rakyat Indonesia," kata Dani.
Sejarah tentang Sumpah Pemuda tersimpan rapi di Museum Sumpah Pemuda di Jl Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat. Bahkan, di dalamnya ada diorama WR Soepratman yang sedang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Anda pun bisa mengenal tokoh-tokoh pemuda lebih dekat dari papan informasi dan foto-fotonya.
"Lalu yang terakhir puncaknya adalah di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di sana, Soekarno dan Moh Hatta menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang disaksikan oleh pejuang dari seluruh Nusantara," papar Dani.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi berada di Jl Imam Bonjol No 1 Menteng, Jakarta Pusat. Yang menarik di museum ini, Anda bisa mengetahui lebih dalam kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ada diorama Soekarno, M Hatta dan Ahmad Subarjo yang sedang menyusun naskah proklamasi. Serta, Sayuti Melik yang sedang mengetik naskah proklamasi dan mengubah beberapa kata di dalamnya.
"Itu 3 museum yang berisikan sejarah paling penting untuk bangsa ini," pungkas Dani.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas