Sekitar 37 museum yang tergabung dalam anggota Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY dan ditambah dari Museum Monumen Pers Solo ikut serta adalah acara yang digelar setiap tahun sekali. Pada tahun ini merupakan acara yang keempat yang telah digelar secara bergantian.
Selain pameran, akan digelar berbagai lomba seperti, lomba lukis untuk tingkat SD dengan tema museum di hatiku dengan obyek di area pameran pada hari Minggu (7/9) dan lomba membaca puisi setingkat SMP pada hari Sabtu (6/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga Museum Beteng Vredeburg, Museum Monumen Jogja Kembali, Museum Wayang Kekayon, Museum TNI AU Dirgantara Mandala, Museum Kolong Anak Tangga. Selanjutnya ada pula Museum Rumah Garuda, Museum Biologi UGM, Museum Mata dr Yap, Museum Batik, Museum Kraton Yogyakarta, Museum Puro Pakualaman dan lain-lain.
"Kalau selama ini, museum adalah pasif menunggu kunjungan. Selama bebarapa tahun terakhir ini kita atau pengelola museum yang aktif menjemput pengunjung. Museum juga dapat menjadi sarana belajar atau pendidikan. Kita undang sekolah-sekolah untuk datang melihat," ungkap salah satu panitia Seno kepada wartawan di Pendopo Taman Siswa, Jumat (5/9/2014)
Salah satu stand yakni milik Museum Sasmita Loka Pangsar Jenderal Sudirman, misalnya menampilkan kursi roda kuno saat Sudirman sakit dan koleksi radio Phillips kesayangannya. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala menghadirkan replika pesawat dan informasi mengenai berbagai koleksi musuem.
Sedangkan Museum TNI AD Dharma Wiratama memamerkan senjata zaman perang kemerdekaan jenis mitraileur buatan AS dari rampasan tentara sekutu dari Palagan Ambarawa Semarang. Sedang Monumen Pers Solo menampilkan berbagai koleksi koran lama yang berkaitan dengan perjalanan surat kabar dan sejarah bangsa Indonesia. Monumen Pers Solo juga memberikan berbagai informasi mengenai koleksi dan sarana serta prasarana yang ada di monumen sehingga bisa untuk belajar.
Selain belajar sejarah, kita belajar ketrampilan. Salah satunya adanya belajar membatik. Museum Puro Pakualaman dan panitia juga memberikan belajar singat mengenai cara-cara membatik mulai dari menggambar hingga proses membatik.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru