"Semua kami dialogkan dengan Persatuan Pelajar Indonesia di sini," General Manager Garuda Indonesia untuk Inggris dan Irlandia, Jubi Prasetyo saat ditemui di kantornya, Nation House London, Kamis lalu.
Adi Fasqinal yang baru meraih gelar master bisnis internasional dari Hult International Business School termasuk yang menikmati fasilitas yang ditawarkan Garuda. Dengan menunjukkan visa mahasiswa dan surat pengantar dari kampus, ia cukup merogoh kocek 485 Poundsterling untuk pulang ke Jakarta. Padahal kalau menggunakan Emirates seperti biasanya, tarif yang harus dibayar 625 Poundsterling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fasilitas tambahan resmi sih cuma 10 kilogram atau maksimal 40 kilogram," ujar Adi sambil mendorong dua kopernya menuju pintu II-F, Soekarno-Hatta.
Jubi menekankan, dengan penghargaan yang pernah diraih dari Skytrax pada 2013 yaitu sebagai "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat", soal kemurahan tarif tak terlalu ditonjolkan. Hingga dua bulan pertama sebagai masa promosi, kata dia, tarif Garuda menawarkan tarif lebih murah 50-100 Poundsterling untuk setiap kelas penerbangan. Tapi setelah masa itu, tarif akan dibuat normal dan berani bersaing dengan maskapai lain yang melintasi jalur Amsterdam dan London.
"Saya optimistis, andai tarif kami lebih mahal pun traveller akan tetap memilih Garuda karena kualitas pelayanan yang diakui dunia lebih baik," tambah Jubi.
Sejak terbang perdana nonstop Jakarta ke London via Amsterdam, 8 September lalu, tingkat isian pesawat Garuda Indonesia nyaris selalu penuh. Waktu tempuh yang cuma 14 jam menjadi salah satu keunggulan Garuda dibandingkan dengan maskapai lain. Belum lagi pelayanan awak kabin yang sudah diakui dunia.
"Alhamdulillah, tingkat isian Jakarta-London, London-Jakarta di kisaran 83-84% dari total kapasitas," kata General Manager Garuda Indonesia untuk Inggris dan Irlandia, Jubi Prasetyo saat ditemui di kantornya, Nation House London, Kamis lalu.
Garuda melayani rute tersebut setiap Senin, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu dengan Boeing 777-300ER berkapasitas 314 penumpang. Dari kapasitas itu, sebanyak delapan kursi disediakan untuk kelas satu, 38 (bisnis) dan 268 (ekonomi).
Pesawat yang masih gres ini dilengkapi dengan fasilitas inflight connectivity yang memungkinkan penumpang untuk terhubung dengan koneksi internet melalui WiFi. Tapi layanan ini hanya dapat digunakan pada saat pesawat berada di ketinggian di atas 10 ribu kaki untuk aktivitas browsing internet, social network, e-mail dan instant messaging.
"Layanan tersebut tidak diperkenankan untuk diaktivasi dan digunakan pada saat pesawat dalam posisi taxi, take off, dan landing," Manajer Humas Garuda M. Ikhsan Rosan yang mendampingi Jubi menambahkan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh