Antara Bandara Gatwick, Heathrow dan Soekarno-Hatta
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Inggris

Antara Bandara Gatwick, Heathrow dan Soekarno-Hatta

- detikTravel
Jumat, 19 Sep 2014 18:50 WIB
Antara Bandara Gatwick, Heathrow dan Soekarno-Hatta
Counter pesawat Garuda Indonesia di Bandara Gatwick, London (Sudrajat/detikTravel)
London - Dibanding Bandara Heathrow di London, Inggris, maskapai Garuda Indonesia memilih Bandara Gatwick untuk mendarat setelah terbang dari Jakarta. Dalam beberapa hal, Soekarno-Hatta tak kalah keren dengan Gatwick.

Menurut Manajer Humas Garuda M Ikhsan Rosan, Gatwick dipilih karena fasilitas dan akses ke Kota London tak kalah dengan Bandara Heathrow. Gatwick terletak 45 kilometer di selatan London.

Untuk menjangkau pusat Kota London, traveller bisa menggunakan kereta Gatwick Express menuju London Victoria Station (LVS) mulai pukul 04.35 pagi hingga 01.35 tengah malam. Kereta ini diberangkatkan setiap 15 menit, dengan waktu tempuh 30 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu ada Thameslink yang menghubungkan Gatwick Airport dengan London Bridge. Kereta ini berangkat setiap 30 menit dengan waktu tempuh sekitar 40 menit, dan harga tiket hanya Β£ 9.80. Sementara dengan kendaraan pribadi melalui jalur bebas hambatan seperti dialami detikTravel, waktu tempuh hampir 1,5 jam.

Saat kembali ke Jakarta Sabtu lalu, detikTravel menjajal Gatwick Express dari LVS. Dengan tiket sekali jalan sebesar Β£ 13-15, gerbong kereta ini senyaman kereta Argo di Indonesia. Guncangan benar-benar terasa halus, dan begitu berpapasan dengan kereta lain tak menimbulkan gemuruh berlebihan.

Sementara Heathrow yang berjarak 32 kilometer di barat pusat kota London, tersedia Heathrow Express yang aktif mulai pukul 05.00 pagi hingga 23.45 malam. Tiket sekali jalan untuk orang dewasa adalah Β£ 16.50 jika memesan lewat internet atau Β£ 18 jika dibeli melalui mesin tiket.

Selain kemudahan akses, menurut General Manajer Garuda di Inggris dan Irlandia Jubi Prasetyo, Gatwick merupakan bandara masa depan. Dengan ketersediaan lahan yang masih luas, bandara ini sangat memungkinkan untuk penambahan landasan maupun pengembangan fasilitas lainnya ketimbang di Heathrow.

"Yang saya dengar, bila pengembangan dilakukan di Heathrow akan menuai banyak protes ketimbang di Gatwick," ujarnya.

Dari amatan detikTravel, bandara terbesar kedua setelah Heathrow ini sebetulnya masih kalah keren dengan Soekarno-Hatta. Setidaknya dari kebersihan toilet dan fasilitas layanan imigrasinya. Bila di Soekarno-Hatta sudah ada layanan Autogate Immigration sehingga para traveller yang akan berangkat atau baru datang tak perlu repot antre.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads