Keputusan Garuda Indonesia yang memisahkan kembali airport tax (Passenger Service Charge/PSC) dan tiket yang dibayar penumpang, akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2014 mendatang. Hal ini disambut ramai para traveler di social media. Sebabnya, banyak yang merasa penggabungan airport tax dan harga tiket sangat memudahkan mereka dalam traveling.
Banyak suara disampaikan kepada akun Twitter detikTravel. Seperti dihimpun Kamis (25/9/2014) mereka menilai itu sebuah kemunduran dan kurang praktis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemunduran, harusnya maskapai lain ngikutin jejak Garuda," celetuk @AriWaW.
Namun, ada juga yang mencoba melihatnya secara positif. "Kurang praktis iya. Tapi postifnya harga tiket GA dan Citilink bisa bersaing dengan maskapai lain. Meskipun pada dasarnya sama saja," kata @billywidjaya_.
Atas hal tersebut, Manajer Humas Garuda M Ikhsan Rosan saat dihubungi detikTravel mengatakan memahami sepenuhnya apa yang dirasakan para traveler. Ikhsan menjelaskan, selama dua tahun diterapkan sistem PSC on Ticket ini, Garuda ternyata harus nombok alias tekor Rp 2,2 miliar per bulan.
Menurut Ikhsan, Garuda mau-mau saja kembali menggabungkan pembayaran airport tax ke dalam tiket penerbangan. Syaratnya adalah seluruh maskapai nasional yang melayani penerbangan reguler telah menerapkan penggabungan airport tax dan tiket sesuai standar IATA.
"Prinsipnya kita akan menggabungkan lagi bila sistem itu sudah cukup bagus. Di seluruh dunia, airpoert tax sudah masuk di tiket. Kita akan ikut lagi asalkan sistemnya sudah best practice sesuai standar IATA," kata Ikhsan.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama