Monumen adalah patung atau bangunan tertentu yang menyimpan nilai sejarah, atau dibangun untuk mengenang sebuah peristiwa sejarah atau orang yang dinilai berjasa bagi negara. Elemen sejarah membuat monumen agak berbeda dengan landmark.
Landmark adalah ikon sebuah kota. Sedangkan monumen belum tentu menjadi landmark, namun mereka menyimpan nilai sejarah yang teramat penting. Menara Eiffel, itu landmark Paris, namun monumen Paris adalah Arc de Triomphe. Itu sebabnya Travel Highlight ingin mengupas Monumen sebagai sebuah destinasi wisata yang ternyata juga sering memiliki kisah yang mulai dilupakan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikTravel juga menggelar survei dan ternyata ada banyak monumen-monumen favorit wisatawan di Indonesia, mulai dari Monumen Kapal Selam di Surabaya sampai Monumen Pancasila Sakti yang kemarin baru saja merayakan hari pentingnya pada 1 Oktober.
Selain itu, banyak monumen-monumen keren yang luput dari perhatian orang. Kediri punya monumen mirip Arc de Triomphe di Paris. Bahkan bangsa Spanyol membangun monumen di Tidore, Maluku yang wisatawan pun jarang tahu.
Di luar negeri, sebuah monumen malah bisa menjadi atraksi wisata yang menarik banyak turis untuk datang. Stonehenge, tumpukan batu misterius di Inggris misalnya. Atau Hiroshima Peace Memorial, monumen ini adalah atraksi wisata paling banyak menyedot wisatawan di Jepang.
Jabal Rahmah sudah dikenal sebagai monumen cinta Nabi Adam dan Siti Hawa, di mata para jamaah haji dan umroh. Sedangkan, AS punya Lincoln Memorial untuk mengenang Presiden Abraham Lincoln.
Sebuah monumen bisa begitu unik misalnya di Ekuador yang mengklaim sebagai titik tengah Bumi yang bulat ini. Ada juga monumen di tengah Gurun Sahara, Niger, yang tampak dari satelit Google Maps. Beberapa monumen malah menimbulkan kontroversi karena bentuknya yang aneh atau malah dinilai vulgar.
Mendatangi monumen di sebuah kota tujuan wisata, bisa menjadi sebuah pengalaman menarik. Ada kisah, sejarah, dan nilai yang disimpan sebuah monumen, selain juga tempat itu asyik diabadikan dalam gambar. Ya, monumen sering menjadi tempat ajang foto narsis sebagai bukti seorang traveler pernah datang ke sebuah kota.
Oleh karena itu, masukan monumen ke dalam itinerary perjalanan Anda berikutnya ke sebuah kota. Nikmati suasana dan cari tahu nilai sejarahnya, siapa tahu Anda dapat cerita seru di sana!
(fay/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah