Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan even balap internasional sejak 2012 ini merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival. Ini tak lain untuk pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
"Sport tourism selama ini cukup efektif dalam sektor pariwisata," kata dia pada wartawan di Surabaya, Jumat (10/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh peserta akan masuk dalam 20 tim yang terdiri 15 tim luar negeri dan 6 tim dalam negeri. Jumlah ini meningkat dibanding even sebelumnya hanya 18 tim," ujar dia.
Sedangkan etape pertama yang harus ditaklukkan pebalap adalah menaklukkan kemiringan 45 derajat lereng Gunung Ijen hingga Pulau Merah. Etape kedua, pebalap akan adu pancal dengan jarak 100 km di jalanan Banyuwangi Selatan melintasi sawah dan sungai yang berkelok-kelok sepanjang lintasan.
Untuk etape ketiga, panitia menyebut rute 'neraka' dengan jarak 201,7 km dengan start di Kecamatan Muncar dan finish di kaki Gunung Ijen. "Nantinya di etape 'neraka' pebalap di kawasan menuju kaki Gunung Ijen akan beradu dengan kemiringan lereng 45 derajat," ungkap Guntur.
Sedangkan etape terakhir, 20 tim akan menempuh rute flat sepanjang 140,5 km. Mereka semua akan memperebutkan hadiah total Rp 700 juta dengan beberapa kategori.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang