'Pulau Seribu Masjid', itulah julukan untuk Lombok. Namun alih-alih seribu, jumlah masjid di pulau tersebut bahkan mencapai lima ribu. Itu adalah salah satu alasan Lombok dan Sumbawa di NTB menjadi destinasi wisata syariah di Indonesia.
"90% populasi di NTB adalah Muslim. Namun masyarakat kami menganut Tourism Brotherhood, persaudaraan antar umat beragama termasuk dalam pariwisata," tutur Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Taufan Rahmadi saat jumpa pers World Islamic Tourism Mart (WITM) di Lantai 17 Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktivitas apapun yang menjadi wisata syariah adalah bagian dari rutinitas masyarakat Lombok. Termasuk saat turis menginap di pondok pesantren, akan dibawa lebih dalam pada aktivitas sehari-hari para santri," papar Taufan.
Kelebihan lainnya, tentu adalah wisata alam. Nusa Tenggara Barat dikaruniai sejuta wisata alam mulai dari pantai hingga gunung. Dari Gili Trawangan, Pulau Moyo, sampai Rinjani.
"Wisata syariah bukan hanya soal masjid atau situs religi, tapi juga keindahan alam. Turis diajak mengagumi karya Sang Pencipta," tambah Taufan.
(sst/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah