Menpar & BPPI Bahas 4 Masalah Promosi Pariwisata Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menpar & BPPI Bahas 4 Masalah Promosi Pariwisata Indonesia

- detikTravel
Jumat, 31 Okt 2014 16:39 WIB
Menpar & BPPI Bahas 4 Masalah Promosi Pariwisata Indonesia
Wisatawan bersantai di Pantai Kuta (Gede/detikTravel)
Jakarta - Indonesia itu indah, namun pariwisatanya belum berkembang dengan sempurna. Menpar Arief Yahya berembug dengan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) membahas 4 masalah krusial.

Di hari kelima sebagai Menpar, Arief Yahya mengadakan rapat dengan BPPI terkait masalah promosi pariwisata. Salah satu anggota BPPI, Hermawan Kartajaya mengungkapkan rapat tadi membahas 4 masalah.

"Seperti dikatakan Pak Menteri, masalahnya regulasi, infrastruktur, marketing dan destinasi itu sendiri," kata Hermawan Kertajaya sesaat setelah rapat di ruang rapat lt 16 Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hermawan, regulasi yang ada di Indonesia harus didandani lebih dahulu. Salah satu contohnya adalah tumpang tindih antara pusat dan daerah.

"Selain itu, masalah visa. Oke VOA tapi kalau setiap kali datang harus mengurus visa kan wisatawan repot juga," lanjutnya.

Ia mencontohkan Amerika Serikat. Visa yang berlaku untuk turis bisa mencapai 5 tahun lamanya. Repot di awal tak apa, asal masa berlakunya lama.

"Untuk infrastruktur, salah satu yang bisa dilakukan adalah memperbanyak jumlah penerbangan," kata Hermawan.

Di bagian destinasi, masalahnya ada antara teritori pusat dan daerah. Sekuat apapun pemerintah pusat gencar berpromosi, tapi jika tak ada dukungan mumpuni dari daerah tetap takkan bisa maksimal.

Terakhir, adalah masalah marketing. Di mana kabinet saat ini memberikan budget cukup terbatas untuk marketing. Sehingga menurut Hermawan, harus ada cara tersendiri untuk menanganinya.

"Jika begitu, harus kreatif untuk marketing," tutup Hermawan.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads