Menpar Coba Petakan Masalah & Tekankan Digital Marketing

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kinerja Menteri

Menpar Coba Petakan Masalah & Tekankan Digital Marketing

- detikTravel
Jumat, 31 Okt 2014 19:26 WIB
Menpar Coba Petakan Masalah & Tekankan Digital Marketing
Menpar Arief Yahya (Ayu/detikTravel)
Jakarta - Menpar Arief Yahya mulai mendalami kordinasi internal di Kemenparekraf. Sepanjang hari Menpar menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak, memetakan masalah dan menekankan konsep digital marketing untuk promosi pariwisata.

Dalam hari kelimanya, Jumat (31/10/2014) Arief Yahya menggelar rapat dan pertemuan marathon di Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat. Pagi hari, Arief melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi Telkom. Agenda yang disebut hanya soal quick win, istilah yang disebut Arief untuk memenuhi target kunjungan 10 juta wisman tahun 2015.

Usai itu, Arief bertemu panitia Jakarta Fashion Week hingga waktu salat Jumat. Setelahnya, giliran Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) urun rembug bersama Menpar. Menpar dan BPPI memetakan masalah promosi pariwisata yang meliputi infrastruktur, regulasi, destinasi dan pemasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota BPPI yang juga suhu marketing Hermawan Kartajaya usai rapat mengatakan Menpar menekankan strategi digital marketing untuk mempromosikan pariwisata Indonesia tanpa memakan banyak biaya. Pada sore hari, Menpar meluncur ke Mabes TNI di Cilangkap untuk bertemu dengan KSAL. Agenda dengan KSAL tidak diperinci dengan jelas.

Ini adalah minggu pertama hari kerja Arief sebagai Menpar. Sejak pelantikan di Istana Negara, Arief melakukan serah terima jabatan dengan Menparekraf Mari Elka Pangestu. Ketika menteri lain ada yang blusukan di kantor berkenalan dengan seluruh jajaran, atau blusukan ke luar kota, Arief memilih blusukan di Jakarta saja.

Kota Tua yang sedang dalam revitalisasi dan Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk jadi pilihan tujuan pria asal Banyuwangi ini. Kunjungan ke Kota Tua cukup penting mengingat proses penyelamatan destinasi wisata sejarah Jakarta yang perlu dipantau oleh menteri.

Namun jadinya, kunjungan ke hutan mangrove Angke Kapuk jadi kurang terasa signifikansinya dan terkesan menjajal destinasi wisata belaka. TWA Angke Kapuk relatif dalam kondisi bagus dan baik-baik saja.

Selain itu, langkah-langkah yang ditetapkan Arief perlu di-follow up juga realisasinya. Misalnya saja, Arief mengatakan Kota Tua akan dipasangi WiFi dengan segera. Namun, realisasinya tidak semudah apa yang diucapkan oleh Arief.

Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) sudah berkordinasi dengan Telkom. Namun, proses mapping hot spot ternyata butuh waktu yang tidak bisa secepat klaim Menpar.

Minggu depan, Arief mengatakan akan melakukan kunjungan ke Bali. Setelah itu mungkin Arief akan memaparkan program 100 harinya. Gebrakan apa yang akan dibuat Menpar minggu depan, kita tunggu saja!

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads