Cape Town telah meyabet gelar Ibukota Desain Dunia 2014 dari sebelumnya Helsinki di Finlandia. Dilansir oleh detikTravel dari CNN, Kamis, (20/11/2014) wisatawan dapat melihat berbagai mural di tembok hingga ragam desain produk kreatif.
Transformasi kota industri Cape Town hingga menjadi Ibukota Desain Dunia 2014 memang telah melalui proses panjang. Salah satu perubahan yang paling signifikan terletak di daerah sub-urban tertua Cape Town, yaitu Woodstock.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Woodstock menjelma menjadi pusat kreativitas. Mulai dari toko kerajinan, pasar seni, teater, hingga restoran yang telah meraih berbagai penghargaan ada di Woodstock. Tidak heran kalau kota ini cukup populer di kalangan anak muda kreatif.
Dahulu, Woodstock merupakan tempat pembuatan bir. Sekarang berubah jadi kantor, production house, sampai agen iklan. Tidak hanya itu, Woodstock juga punya bengkel pakaian sampai perusahaan. Ruang yang ada dimaksimalkan untuk komunitas seni.
Pemerintah Afrika Selatan juga berencana untuk membuat 'Public Art Program' di area kreatif tersebut. Ide tersebut akan menggandeng sejumlah pemimpin komunitas lokal untuk memperindah area tersebut. Rencananya, program tersebut juga akan menciptakan 5.000 lapangan kerja antara 2013 dan 2015.
Pemberian titel 'Ibukota Desain Dunia 2014 memang telah mendukung berbagai program seni di Cape Town, khususnya Woodstock. Sektor seni dan kreatif sendiri menyumbang pendapatan tahunan yang cukup besar bagi Afrika Selatan. Wah, kapan ya kota di Indonesia bisa seperti ini?
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru