Tokoh adat Kemiren, Sapari saat membuka Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjelaskan, tatanan menyajikan kopi merupakan salah satu perilaku yang terbiasa dilakukan oleh masyarakat saat menerima tamu adalah, gupuh, lungguh, suguh.
"Gupuh ialah jika menerima tamu sang tuan rumah akan segera mempersilahkan masuk. Lungguh bermakna menyegerakan untuk duduk dan suguh ialah memberikan hidangan tamu yang salah satunya adalah secangkir kopi," ungkap Sapari dengan bahasa Using kental, Minggu (23/11/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minum kopi ini warisan leluhur yang dilestarikan oleh masyarakat kemiren agar adat desa kemiren tidak punah," imbuhnya.
Suasana sepanjang jalan di Desa Kemiren dipenuhi lautan manusia. Jejeran obor, rumah paglak, tabuhan angklung paglak serta tarian barong kemiren juga ikut menambah semarak Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini. Tak hanya ngopi, para tamu yang datang juga disuguhi jajanan tradisional khas Banyuwangi. Tak heran jika ribuan orang tumblek blek untuk ikut serta menikmati keramahtamahan penyajian kopi suku Using.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, kegembiraan warga Banyuwangi yang tumblek blek ini merupakan bentuk bersedekah dan berbagi bersama yang dibungkus dalam kesederhanaan. Kegiatan ini digelar atas swadaya masyarakat dan bisa dinikmati tanpa membayar sepeser pun alias gratis tanpa ada bantuan APBD.
"Ini merupakan bentuk bersedekah dan keramah tamahan warga Banyuwangi dalam menyambut tamu," pungkasnya.
Dalam Banyuwangi Festival 'Ngopi Sepuluh Ewu' ini ada ada 1025 KK yang menyediakan minimal selusin cangkir di halaman rumahnya. Tak hanya warga Banyuwangi, banyak juga warga dari luar kota juga ikut hadir dan buktikan kemeriahan Ngopi Sepuluh Ewu. Sekitar 250 kilogram kopi robusta disiapkan untuk seluruh tamu yang datang ke desa adat Kemiren tersebut.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru