Heboh! Ribuan Orang Minum Kopi Bareng di Banyuwangi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Heboh! Ribuan Orang Minum Kopi Bareng di Banyuwangi

- detikTravel
Senin, 24 Nov 2014 07:05 WIB
Heboh! Ribuan Orang Minum Kopi Bareng di Banyuwangi
Bupati Banyuwangi (tengah) minum kopi (Putri/detikTravel)
Banyuwangi - Banyuwangi punya tradisi yang pas buat traveler pecinta kopi. Ada tradisi 'ngopi sepuluh ewu cangkir' yang digelar di Desa Kemiren sebagai warisan leluhur nenek moyang Kemiren yang masih dilestarikan oleh warganya.

Tokoh adat Kemiren, Sapari saat membuka Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjelaskan, tatanan menyajikan kopi merupakan salah satu perilaku yang terbiasa dilakukan oleh masyarakat saat menerima tamu adalah, gupuh, lungguh, suguh.

"Gupuh ialah jika menerima tamu sang tuan rumah akan segera mempersilahkan masuk. Lungguh bermakna menyegerakan untuk duduk dan suguh ialah memberikan hidangan tamu yang salah satunya adalah secangkir kopi," ungkap Sapari dengan bahasa Using kental, Minggu (23/11/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minum kopi yang menggenerasi hingga sekarang, sambung. Sapari, sesuai apa yang dikatakan nenek moyang mereka, dalam bahasa Using "Welurine Mbah Buyut Kemiren ngombe kopi cangkir tutup", yang berarti meminum kopi dengan cangkir yang ada tutupnya.

"Minum kopi ini warisan leluhur yang dilestarikan oleh masyarakat kemiren agar adat desa kemiren tidak punah," imbuhnya.

Suasana sepanjang jalan di Desa Kemiren dipenuhi lautan manusia. Jejeran obor, rumah paglak, tabuhan angklung paglak serta tarian barong kemiren juga ikut menambah semarak Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini. Tak hanya ngopi, para tamu yang datang juga disuguhi jajanan tradisional khas Banyuwangi. Tak heran jika ribuan orang tumblek blek untuk ikut serta menikmati keramahtamahan penyajian kopi suku Using.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, kegembiraan warga Banyuwangi yang tumblek blek ini merupakan bentuk bersedekah dan berbagi bersama yang dibungkus dalam kesederhanaan. Kegiatan ini digelar atas swadaya masyarakat dan bisa dinikmati tanpa membayar sepeser pun alias gratis tanpa ada bantuan APBD.

"Ini merupakan bentuk bersedekah dan keramah tamahan warga Banyuwangi dalam menyambut tamu," pungkasnya.

Dalam Banyuwangi Festival 'Ngopi Sepuluh Ewu' ini ada ada 1025 KK yang menyediakan minimal selusin cangkir di halaman rumahnya. Tak hanya warga Banyuwangi, banyak juga warga dari luar kota juga ikut hadir dan buktikan kemeriahan Ngopi Sepuluh Ewu. Sekitar 250 kilogram kopi robusta disiapkan untuk seluruh tamu yang datang ke desa adat Kemiren tersebut.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads