Mengenal Lebih Dekat Jelajah Ekspedisi Cheng Ho dari Kemenpar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Lebih Dekat Jelajah Ekspedisi Cheng Ho dari Kemenpar

- detikTravel
Selasa, 25 Nov 2014 17:10 WIB
Mengenal Lebih Dekat Jelajah Ekspedisi Cheng Ho dari Kemenpar
(Afif/detikTravel)
Jakarta - Kemenpar punya cara baru untuk mendatangkan lebih banyak turis Tiongkok. Dengan nama Jelajah Ekspedisi Cheng Ho, turis Tiongkok bisa berlayar dari negaranya sampai ke Indonesia untuk napak tilas Laksamana Cheng Ho.

"Banyak hal yang membuat kita punya kaitan dengan Tiongkok, salah satunya adalah sejarah Laksamana Cheng Ho yang berlayar menyebarkan agama Islam ke Indonesia. Rute pelayarannya itulah yang kita buat jadi paket wisata," kata Menpar Arief Yahya saat ditemui awak media dalam kunjungannya bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng di Kedubes Tiongkok di Jl Mega Kuningan Barat VII, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2014).

Diakuinya, memang belum dibahas mendalam mengenai Jelajah Ekspedisi Cheng Ho. Namun Arief punya ide, kapal yang digunakan nanti bisa saja kapal-kapal di sekitar Hong Kong dan Macau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengar, Hong Kong, Macau dan Shanghai itu bakal dibuat jalur darat sehingga kapal-kapal di sana bisa jadi tidak digunakan. Mungkin kita bisa pakai itu untuk antar turis Tiongkok ke Indonesia ya?" paparnya kepada Xie Feng yang dibalas dengan anggukan.

Soal rute pelayaran, kapal-kapal yang akan digunakan dalam Jelajah Ekspedisi Cheng Ho nantinya akan melewati Batam, Selat Jawa, lalu sampai di tujuan akhir di Semarang. Di sanalah, turis Tiongkok bisa datang ke Klenteng Sam Po Kong yang jadi saksi bisu kehidupan Laksamana Cheng Ho saat tiba di Semarang pada abad ke-14.

"Semarang sendiri rencananya akan kita jadikan sister city untuk turis Tiongkok," lanjut Arief.

Rencananya, paket wisata Jelajah Ekspedisi Cheng Ho akan rampung dan siap pada tahun 2015 mendatang. Semakin cepat, lanjut Arief, justru makin bagus.

"Mungkin bisa ditambahkan pertunjukan seni atau pameran budaya di sekitar klentengnya," timpal Xie Feng memberi masukan.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads