Sorak-sorai seribuan warga yang membanjiri bibir Sungai Musi di Desa Tanjung Raya, Kab Empat Lawang, membahana saat para peserta dilepas dan mengayuh dayung perahu karet, Selasa (25/11/2014). Teriakan semangat dari penonton itu menambah keseruan dimulainya ajang adu tangkas 3 jenis olahraga dayung itu.
Air sungai yang memiliki panjang total 750 km itu tampak menguning. Alirannya lumayan deras. Pemandangan cantik pun tersaji. Pepohonan rimbun di bibir sungai di sisi seberangβ, sejumlah warga tampak duduk dan berdiri di bawahnya menyaksikan ajang yang digelar untuk ketiga kali itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tiba di Desa Batu Pance, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, kami berhenti sejenak menunggu para peserta melintas. Kami berdiri di sebuah jembatan gantung. Jembatan itu merupakan jalan penghubung antara desa dengan perkebunan buah-buahan. Warga yang akan memanen durian, sempat juga berhenti di jembatan menyaksikan para peserta melintas.
Selain itu, keceriaan bocah-bocah kecil di atas jembatan juga menambah semarak ajang olahraga dayung tahunan ini. Perahu-perahu peserta pun kian mendekat ke jembatan, bocah-bocah ini pun tampak melambai-lambaikan tangan menyemangati peserta.β Setelah seluruh peserta melintas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju garis finish etape pertama di Jembatan Kuning, Desa Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Jembatan Kuning merupakan jalan penghubung antara Desa Kupang dengan Desa Tanjung Kupang. Ratusan warga tumplek ke sebuah tenda panjang di pasang sebagai panggung utama. Berbagai doorprize seperti sepeda motor dan barang-barang elektronik lainnya disediakan oleh pemerintah daerah setempat untuk warga melalui pembagian kupon.
Satu per satu tim berhasil mencapai garis finish setelah menempuh perjalanan air sepanjang 35 KM pada menjelang pukul 12.30 WIB.β Tim Riau tampil sebagai juara dengan waktu 2 jam 14 menit 29 detik. Usai itu, para peserta pun naik ke darat. Para tim peserta dari luar negeri menjadi sasaran warga untuk berpose. Seperti Tim Singapura dan Iran. Para remaja putri dan gadis tampak berpoto bersama peserta luar negeri itu.
Stand-stand panganan disiapkan panitia. Seperti lempok (sejenis dodol) durian, kopi, hingga durian itu sendiri. Ada dua jenis durian yang disediakan dan dapat disantap dengan gratis, yaitu durian biasa dan durian tembaga. Durian tembaga buahnya berwarna mirip tembaga dan rasanya terasa lebih legit. Baik penonton maupun peserta mencicipi durian tembaga itu.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang