Kawasan Amerika Latin penuh destinasi wisata menarik. Ada hutan Amazon di Brasil yang jadi hutan tropis terluas di dunia, Angel Falls yang merupakan air terjun tertinggi di dunia di Venezuela, sampai bangunan bersejarah penuh misteri Machu Picchu di Peru.
Satu lagi negara yang jadi perhatian traveler di kawasan tersebut adalah Honduras. Bukan karena destinasi wisatanya, di sana ada kota yang disebut-sebut paling berbahaya di dunia karena angka kasus pembunuhan yang tinggi!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelusuran detikTravel, Kamis (27/11/2014) tahun 2013 kemarin tercatat 187 kasus pembunuhan per 100 ribu penduduk setempat. Angka ini didapat dari penelitian kepolisian Meksiko pada situs Consejo Ciudadano para la Seguridad Publica y la Justicia Penal. Itu merupakan angka pembunuhan tertinggi yang masuk kategori 'negara di luar wilayah zona perang'.
Angka itu ternyata meningkat dari 3 tahun sebelumnya. Di tahun 2010 sebanyak 125, tahun 2011 sebanyak 159 dan 2012 sebanyak 174 kasus pembunuhan per 100 ribu penduduk. Yang lebih mencengangkan, 1.218 orang tewas akibat dibunuh di San Pedro Sula sepanjang tahun 2012. Artinya, tiga orang tewas dalam satu hari sepanjang tahun tersebut.
Hampir 80% lebih pembunuhan di San Pedro Sula dilakukan dengan senjata api. Tak heran, banyaknya gengster dan geng narkoba di sana jadi pemasok senjata api di kota terbesar kedua di Honduras ini. Diperkirakan terdapat sekitar 850 ribu senjata api yang beredar di Honduras dan sebagian besar berada di San Pedro Sula.
Celakanya lagi, para gengster dan geng narkoba di San Pedro Sula punya markas di perkampungan kumuh atau pedalaman hutan yang sulit tersentuh polisi. Bahkan, geng narkoba di San Pedro Sula disinyalir ada kaitannya dengan kartel-kartel narkoba dari negara-negara di kawasan Amerika Latin seperti Meksiko dan Venezuela.
Suasana diperparah dengan perekonomian masyarakat di San Pedro Sula. Di kota yang penduduknya mencapai 500 ribu jiwa ini, 70 % masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Kriminalitas seperti mencuri sampai ujung-ujungnya membunuh orang, menjadi pilihan sebagian orang di sana.
"Setan hidup di San Pedro Sula. Orang membunuh orang lain di sini, seperti membunuh ayam," begitulah ungkapan masyarakat setempat yang menggambarkan suasana di San Pedro Sula.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang