"Maladewa itu bagusnya ada seaplane, dan itu jauh lebih murah dari pesawat perintis," ungkap Menpar Arief Yahya pada tamu dan media saat konferensi pers di Segarra Balrrom, Hotel Dharmawangsa, Jaksel, Rabu (10/12/2014) malam.
Menpar menyasar wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura. Contohnya untuk wisata di Anambas, tidak perlu menginap di kapal. Cukup dua tiga jam sudah sampai dari Batam dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief Yahya pun mengemukakan kalau hal tersebut akan bagus untuk industri kedirgantaraan Indonesia. Ketimbang bersaing dengan Boeing atau Airbus, ada kemungkinan Indonesia bisa menang di pesawat amfibi, tambah Arief.
"Jadi ini peluang investasi baru di seaplane," ujar Menpar Arief Yahya.
Penggunaan pesawat amfibi dinilai lebih murah dari pesawat perintis. Selain itu, dermaga tradisional dirasa dapat membangun pariwisata Indonesia. Pesawat amfibi dianggap lebih hemat, efisien, dan tepat sesuai kondisi yang ada.
(fay/fay)










































