Belajar dari Maladewa, Indonesia Juga Butuh Pesawat Amfibi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Belajar dari Maladewa, Indonesia Juga Butuh Pesawat Amfibi

- detikTravel
Kamis, 11 Des 2014 07:32 WIB
Belajar dari Maladewa, Indonesia Juga Butuh Pesawat Amfibi
Pesawat amfibi (Thinkstock)
Jakarta - Dalam Indonesia Tourism Investment Day (ITID), tercapai berbagai kerja sama hingga ide menarik. Menpar pun punya ide penggunaan Seaplane atau pesawat amfibi untuk membangun pariwisata di Timur dan Barat Indonesia.

"Maladewa itu bagusnya ada seaplane, dan itu jauh lebih murah dari pesawat perintis," ungkap Menpar Arief Yahya pada tamu dan media saat konferensi pers di Segarra Balrrom, Hotel Dharmawangsa, Jaksel, Rabu (10/12/2014) malam.

Menpar menyasar wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura. Contohnya untuk wisata di Anambas, tidak perlu menginap di kapal. Cukup dua tiga jam sudah sampai dari Batam dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seaplane itu daripada perintis lebih cepat. Dermaganya dermaga tradisional, nggak perlu bebasin tanah. Bahkan spek dermaganya di bawah marina," ungkap Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya pun mengemukakan kalau hal tersebut akan bagus untuk industri kedirgantaraan Indonesia. Ketimbang bersaing dengan Boeing atau Airbus, ada kemungkinan Indonesia bisa menang di pesawat amfibi, tambah Arief.

"Jadi ini peluang investasi baru di seaplane," ujar Menpar Arief Yahya.

Penggunaan pesawat amfibi dinilai lebih murah dari pesawat perintis. Selain itu, dermaga tradisional dirasa dapat membangun pariwisata Indonesia. Pesawat amfibi dianggap lebih hemat, efisien, dan tepat sesuai kondisi yang ada.

(fay/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads