Hal itu diungkapkan Menpar Arief Yahya saat Indonesia Tourism Investment Day (ITID) di Segarra Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jaksel, Rabu (10/12/2014) malam. Indonesia butuh banyak investasi untuk memajukan pariwisata Indonesia.
"Kalau kita lihat, kebutuhan itu banyak sekali. Paling banyak di hotel room. Hampir seluruh investasi tadi (ITID 2014-red) adalah hotel room," ujar Menpar Arief Yahya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pariwisata, saya kerja seminggu sudah kirim surat ke Menhub dan ke Menteri PU, 88 kawasan strategis pariwisata. Bahwa investasi di pariwisata lebih baik dari manufacturing," ujar Menpar Arief Yahya
Ditambahkan Menpar Arief, kalau pariwisata itu memberikan kontribusi kepegawaian paling tinggi, bahkan lebih dari otomotif. Ajakan investasi tidak hanya untuk investor, namun juga untuk instansi pemerintah sendiri.
Berdasarkan data yang ditunjukkan Menpar, pariwisata Indonesia masih butuh 120 ribu kamar hotel, 15 ribu restoran dan 10 ribu travel agent. Selain itu, Indonesia juga butuh 300 taman rekreasi kelas internasional, 2 ribu operator diving, 100 marina, dan fasilitas lainnya.
Masih ada banyak peluang bagi para investor dalam pariwisata Indonesia. Tujuan mengundang investor adalah untuk memajukan pariwisata Indonesia, khususnya melalui sektor bisnis yang profesional.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru