Sebelum Kasus Turis Kencing di Pura, Pernah Ada yang Bercinta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sebelum Kasus Turis Kencing di Pura, Pernah Ada yang Bercinta

- detikTravel
Rabu, 24 Des 2014 08:20 WIB
Sebelum Kasus Turis Kencing di Pura, Pernah Ada yang Bercinta
Turis Australia di Bali (Gede/detikTravel)
Denpasar -

Traveler harus menghormati norma di tempat yang mereka datangi. Kasus turis bule kencing di pura harus menjadi pelajaran karena itu ternyata bukan kasus yang pertama. Tahun lalu malah ada turis berhubungan intim di pura.

Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali, β€ŽDrs I Gusti Ngurah Sudiana mengaku bahwa perilaku turis asing yang berkunjung di Bali ada beberapa yang tidak patut dicontoh. Bagaimana tidak, bule-bule yang berkunjung melakukan hal yang bertentangan dengan adat Bali.

Menurut Sudiana, sepanjang 2013 hingga 2014 akhir ini sudah dua kali bule melakukan pelanggaran di tempat ibadah umat Hindu. Sekitar awal Maret 2013 silam, sepasang suami-istriβ€Ž, WNA asal Estonia, Silman Urmas (43) dan Silman Katrin (23) tertangkap basah warga sedang melakukan hubungan intim, di Pura Keramat Mengening, Tampaksiring, Gianyar, Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bule asal Eropa itu pun dikenai sanksi dengan denda Rp 20 juta. Namun, mereka tidak ditahan. Sudiana mengatakan saat kejadian memang Pura Mengening tidak terdapat tanda larangan.

"Ya memang ada dua pokok masalahnya, antara tahu dan tidak tahu. Dan waktu itu di Pura Mengening tidak ada tanda peringatan ucapnya saat dihubungi detikTravel, Selasa (23/12/2014) malam

Kasus kedua, menurut Sudiana, adalah yang terjadi beberapa hari lalu di Desa Canggu, Kecamatan Canggu Badung. Dua turis Australia kencing sembarangan di tunggu karang atau pelinggih pura keluarga (tempat ibadah keluarga) milik I Wayan Mudipa.

Mereka adalah Timothy O'Hehir (26) dβ€Žan Scoot O'Hehir. Keduanya kakak beradik yang sedang berwisata dari 16 Desember 2014 lalu dan akan kembali pada 24 Desember esok.

Mereka diduga dipengaruhi alkohol, dan tidak tahu dengan sakralitas atau adat Bali. Sehingga kencing di samping Pura keluarga. Bahkan, keduanya melakukan pemukulan terhadap Wayan Mudipa hingga mukanya lebam.

Ditahan hampir dua hari (19/12) dan dilepas pada (21/12) keduanya juga berdamai dengan syarat menanggung seluruh biaya. Baik pengobatan, benda rusak dan upacara pura keluarga.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads