Turis Tiongkok Jadi Perhatian Pariwisata Indonesia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Tiongkok Jadi Perhatian Pariwisata Indonesia

- detikTravel
Rabu, 14 Jan 2015 17:09 WIB
Turis Tiongkok Jadi Perhatian Pariwisata Indonesia
Kunjungan Menpar bersama Garuda Indonesia ke Beijing (Puskompublik)
Jakarta - Selama beberapa tahun terakhir, turis Tiongkok memang sedang aktif traveling ke luar negeri. Indonesia pun jadi salah satu destinasi tujuan mereka. Tak heran jika kini mereka jadi perhatian di dunia pariwisata Indonesia.

Saat ini, turis Tiongkok berada di posisi keempat sebagai wisman (wisatawan mancanegara) yang paling banyak datang ke Indonesia. Di atas Tiongkok ada Singapura, Malaysia dan Australia. Karena itulah, Menpar Arief Yahya ingin memfokuskan untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Negeri Bambu tersebut.

Dalam kunjungannya ke Beijing, iapun menyebutkan beberapa langkah kongkret untuk menarik lebih banyak turis Tiongkok. Dari rilis yang diterima detikTravel, Rabu (14/1/2015), Kemenpar bersama pelaku bisnis akan gencar melakukan promosi ke Tiongkok. Mereka akan promosi di mal-mal kota besar antara lain Shanghai, Guangzhou, Shenzhen dan Nanjing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sana, mereka akan menyelenggarakan Pekan Promosi Kuliner Indonesia. Tak lupa, akan ada juga pagelaran gamelan Indonesia di Beijing Modern Music Festival. Maskapai nasional, Garuda Indonesia juga turut meramaikan promosi dengan membuka rute baru yaitu Beijing-Denpasar pada 13 Januari 2015 kemarin.

Mengapa Denpasar? Karena salah satu destinasi favorit turis Tiongkok liburan ke Indonesia adalah Bali. Bahkan, Pulau Dewata ini masuk dalam 10 destinasi paling disukai wisatawan Tiongkok.

"Kita harapkan akhir tahun 2014 kunjungan wisman Tiongkok mendekati angka 1 juta, dan kita optimis tekad untuk meraih 2 juta wisman dari negeri ini pada akhir 2015 akan terealisasi," ujar Menpar, Arief Yahya dalam rilis.

Menurut Direktorat Analisa Pasar Internasional Kemenpar, wisatawan Tiongkok selama berlibur di Indonesia rata-rata memiliki lama tinggal 4 hingga 5 hari dengan pengeluran sekitar USD 100 (Rp 1,2 juta) hingga USD 110 (Rp 1,3 juta) per hari, sementara waktu berlibur umumnya memilih pada musim liburan panjang, seperti hari raya Imlek.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads