Arief Yahya berbicara dalam acara Economic Outlook 2015 di Gedung Bank Indonesia, Renon, Bali, Kamis (29/1/2015). Dia ingin menjawab pertanyaan publik seputar strategi yang ditempuh Kemenpar. Banyak kritik yang menyebutkan strategi Kemenpar belum kelihatan hasilnya.
"Di sini saya luruskan pro kontra kenapa fokus pada turis Tiongkok dan juga masalah visa free," ujar Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Outbond turis Tiongkok itu 100 juta. Pertanyaannya, kita mau tidak ambil turis-turis ini?" tanya Arief.
Arief membayangkan betapa besar devisa yang bisa didapat jika bisa menarik turis-turis ini. Meski sejauh ini, wisman Tiongkok yang datang ke Indonesia baru mencapai 1 juta saja. Dengan difokuskan, diharapkan angkanya bisa terus meningkat.
Kemudian masalah bebas visa. Arief mengatakan, Malaysia sudah punya 146 negara yang bebas visa ke negaranya, dan Thailand punya 56 negara. Sedangkan Indonesia menambah 5 negara baru.
"Berdasarkan penelitian, rata-ratanya, visa free bisa meningkatkan 15% dari kunjungan. Bayangkan kalau dari 10 juta, bisa menambah 1,5 juta," lanjut Arief.
Menurut Arief, pembebasan visa ini bisa membuat wisatawan lebih tertarik liburan ke sebuah negara. Misal sebelumnya agak repot dengan adanya Visa On Arrival, bebas visa bisa memudahkan wisatawan.
(shf/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama