"Infrastruktur, masalahnya masih itu semenjak dulu," ucap pakar pemasaran Hermawan Kartajaya kepada detikTravel, di The Ritz-Carlton Jakarta, Jl DR Ide Anak Agung Gde Agung, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (28/1/2015) malam.
Bagi Hermawan, infrastruktur adalah masalah kompleks dan tak bisa ditangani dalam jangka waktu yang cepat. Sebabnya, hal tersebut pun juga harus diiringi dengan kesadaran pemda-pemda di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hermawan, itulah pemikiran-pemikiran yang harus segera diubah dan diluruskan. Pariwisatalah yang akan membuat perekonomian suatu tempat menjadi baik. Mau bukti? Lihat saja Bali, Lombok dan Yogyakarta.
"Pariwisata itu padahal kegiatan yang tidak merusak alam lho dan melestarikan budaya juga secara tidak langsung. Sektor yang sangat menjanjikan," papar pria yang juga jadi bagian dari Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) ini.
Selain soal pemda, Hermawan juga menyoroti tentang hubungan antar kementerian untuk saling bekerjasama dengan Kemenpar. Tentu, untuk menambah jumlah penerbangan ke suatu daerah harus disetujui oleh Kemenhub. Bicara soal kondisi jalan, harus dengan dengan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.
"Untuk itu, agar bisa saling bekerjasama sebenarnya adalah kewenengan dari Menko. Menko harus turun tangan agar semua kementerian bisa berkoordinasi dengan baik. Harus diskusi, harus dibuat kesepakatan nasional mengenai itu," tegas Hermawan.
Tapi, bukan berarti Kemenpar harus menyerah begitu saja menanggapi persoalan infrastruktur yang seolah jadi masalah klasik. Infrastruktur belum selesai, promosi harus jalan terus. Sejauh ini, Kemenpar sudah menggalakan promosi lewat digital, pembebasan visa 5 negara, kemudahan kapal yacht, dan membuka rute penerbangan langsung Denpasar-Beijing lewat maskapai Garuda.
"Sekarang kita tanya lagi ke pemerintah, prioritas untuk pariwisata itu seperti apa?" tutup Hermawan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama