Pilot Harus Istirahat, 440 Penumpang Tertahan di Bandara Inggris 18 Jam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pilot Harus Istirahat, 440 Penumpang Tertahan di Bandara Inggris 18 Jam

- detikTravel
Rabu, 25 Feb 2015 12:10 WIB
Pilot Harus Istirahat, 440 Penumpang Tertahan di Bandara Inggris 18 Jam
Foto penumpang yang tertahan dari salah satu akun penumpang pesawat (mikjos/Twitter)
Manchester -

Baru-baru ini, 440 penumpang pesawat Air France tertahan di Bandara Manchester, Inggris selama 18 jam. Gara-garanya, pilot harus beristirahat karena sudah melebihi jam kerja.

Sejumlah media internasional seperti Daily Mail, Manchester Evening News, dan Telegraph sempat memberitakan soal penumpang Air France yang tertahan di bandara hingga berjam-jam. Para penumpang yang kesal bahkan juga berkicau di Twitter.

Dirangkum oleh detikTravel, Rabu (25/2/2015) Airbus A380 pesawat Air France dijadwalkan terbang dari New York ke Paris. Namun karena pilotnya hampir melewati batas jam kerja, pesawat jadi transit berjam-jam di Bandara Manchester, Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar negeri, pilot memang diharuskan istirahat ketika sudah lewat jam kerja. Pilot pesawat saat itu telah bekerja hampir 13 jam, lebih dari standar regulasi batas penerbangan Eropa untuk pilot yang adalah 11 jam.

Pesawat dengan nomor penerbangan AF007 yang membawa 440 penumpang dan 22 kru pesawat ini sebelumnya sudah delay hingga 6 jam ketika hendak berangkat dari New York. Dalam penerbangan ke Paris, pesawat transit di Bandara Manchester.

Penumpang yang tiba di Manchester pada pukul 11.00 waktu setempat pun menuntut kejelasan, adapun awalnya mereka tidak diperbolehkan untuk keluar pesawat menuju terminal bandara hingga diperbolehkan pada pukul 18.00 waktu setempat.

"Mereka tidak membiarkan kami keluar dari pesawat, padahal saya sudah mengatakan kalau rumah saya dekat," cerita salah satu penumpang wanita ke Manchester Evening News.

Penumpang tersebut akhirnya diperbolehkan pulang pada pukul 19.00 malam, itu pun diperbolehkan pulang tanpa membawa barang bawaannya. Sementara itu, penumpang yang ingin terbang dari Manchester ke Paris juga tertahan di bandara hingga 18 jam.

Salah satu penumpang dengan akun Twitter @mikjos, menuliskan kalau penumpang telah menunggu tanpa kejelasan selama 18 jam di antara penerbangan dari New York ke Paris tanpa makanan dan istirahat. Ia pun menuntut kompensasi dari pihak Air France. Diikuti tagar #AF007 yang adalah nomor penerbangannya.

Pihak Air France akhirnya mengirim tiga pesawat Airbus tambahan, dua A320 dan A318 untuk mengangkut penumpang ke Paris. Para penumpang yang kesal juga berkicau di Twitter hingga mengupload foto situasi yang kacau saat itu.

Juru bicara Air France mengatakan kepada media Prancis BFMTV kalau keputusan untuk transit di Manchester adalah solusi terbaik, sekalipun hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang.

"Dengan aturan legislatif Eropa soal batas waktu maksimal bagi pekerja pesawat, kru harus mendarat di Manchester," ujar pihak Air France.

Pihak Air France pun sesegera mungkin akan mengontak para penumpang pesawat yang mengalami delay parah dan memberi mereka kompensasi atas ketidaknyamanan tersebut. Para penumpang bisa bernafas lega, akhirnya pesawat bisa kembali terbang.

(rdy/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads