Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Mar 2015 15:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kerja di Cruise, Keliling Dunia Gratis Tapi Harus Kuat Mental

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
(Thinkstock)
Jakarta - Bisa keliling dunia gratis, itulah yang menyebabkan pekerjaan awak kapal pesiar tampak menggiurkan untuk anak muda. Tapi ternyata, kerja di kapal pesiar harus kuat mental lho, karena akan jauh dari keluarga.

Traveler muda yang haus petualangan, mungkin bisa menyimak kisah Ganjar. Usianya baru 30 tahun tapi dia sudah 5 tahun bekerja di Holland America Line, sebuah perusahaan kapal pesiar ternama di Eropa. Social medianya penuh dengan foto-foto dari berbagai belahan dunia.

"Banyak banget orang Indonesia kerja di kapal pesiar. Grupnya Costa, Royal Carribean, Carnival dan tempat saya di Holland America. Holland America itu 60 persen krunya orang Indonesia, suka kumpul-kumpul, di kapalnya kita punya musala," kata Ganjar dalam obrolan dengan detikTravel, Kamis (5/3/2015).

Ganjar mengakui salah satu nikmatnya kerja di kapal pesiar adalah keliling dunia. Ganjar dalam usia muda sudah berkunjung ke benua Amerika dari Alaska sampai Karibia. Sedangkan di Eropa, Ganjar sudah datang ke Belanda sampai ke negara-negara di Mediterania.

"Bisa keliling dunia gratis. Kalau kapal lagi bersandar, bisa jalan-jalan di kota. Bisa ikut tur wisata dengan harga sangat miring. Ke Israel saja sudah pernah, padahal Indonesia nggak punya hubungan diplomatik sama Israel hahahaha," jelasnya.

Hal senada disampaikan Yusuf (39) yang kerja di perusahaan kapal pesiar yang sama dengan Ganjar. Dalam wawancara terpisah, dia menyampaikan betapa serunya traveling keliling dunia dari Mediterania sampai Amerika Selatan, menjelajah sampai bisa berkunjung ke Machu Picchu.

"Sukanya jalan dan lihat negara yang aneh-aneh. Sampai ke San Blas Islands, orang pasti nggak tahu itu ada di sebelah mana," kata Yusuf.

Mereka yang berminat kerja di kapal pesiar bisa melamar lewat Manning Agent, semacam agen yang mencari SDM untuk kapal pesiar. Biasanya yang dicari dari jurusan perhotelan, Ganjar sendiri lulusan akuntansi dan melamar posisi sebagai akuntan di kapal pesiar.

Setelah proses pelatihan tantangannya adalah mengurus visa kerja, biasanya Visa Amerika atau Visa Schengen Uni Eropa. Visa Amerika langsung diberikan untuk 4 tahun karena penugasan kapal pesiar memang lama.

"Yang paling berat itu tahun pertama karena jauh dari keluarga, harus adaptasi," kata Ganjar.

Ganjar mengingatkan, kerja di kapal pesiar itu harus serius. Dia mengatakan dirinya kerja 7 hari seminggu tanpa libur. Sebagai akuntan dia bekerja dari malam sampai pagi, pagi sampai sore dia tidur. Sementara bagian house keeping bekerja pagi, siang istirahat, dilanjut sore sampai malam. Ketika 1.500 penumpang turun, mereka berjibaku merapikan kapal sebelum 1.500 penumpang baru naik.

Ada dua syarat utama kerja di kapal pesiar. Yang pertama bahasa Inggris harus bagus, dan kedua kita harus punya mental yang sangat kuat dan tidak cengeng.

"Mental harus tahan banting, home sick harus bisa dilawan karena jauh dari keluarga. Di kapal kamu nggak punya teman dan keluarga. Sisi dukanya, kamu juga akan banyak kehilangan momen penting bersama keluarga kamu di Indonesia, nggak bisa ikut Lebaran," jelas Ganjar.

Sekali berlayar, Ganjar dan Yusuf sebagai kru akan meninggalkan rumah selama 10 bulan kemudian libur 4 bulan. Setelah mereka di level officer mereka bekerja selama 6 bulan dan libur 2 bulan. Kerja berat dan jauh, tapi gajinya memang menggiurkan. Menurut Yusuf gaji pokoknya USD 90 per hari (Rp 1,1 juta), terbayang kan berapa yang bisa dikumpulkan dalam 10 bulan?

"Buat yang masih single, suka petualangan silakan coba saja. Cocok. Tapi kalau sudah berkeluarga, bekerja di kapal pesiar memang agak berat," kata Ganjar.

Bagaimana, berminat kerja di kapal pesiar?

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA