Mata uang dollar sedang tinggi, bahkan menyentuh nilai Rp 13 ribu. Meski begitu, Menpar Arief Yahya menilai dollar yang tinggi adalah positif untuk pariwisata Indonesia, karena wisatawan asing akan datang lebih banyak.
Menpar Arief Yahya merasa kalau dollar yang naik, malah punya dampak positif untuk daya saing pariwisata Indonesia. Hal itu disampaikan usai Seminar Peningkatan Konektivitas Pulau-Pulau di Indonesia untuk Pengembangan Wisata Bahari di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/3/2015).
"Positif, jadi gini, untuk ekspor itu positif dengan dollar yang tinggi, karena persaingan kita akan bagus, malah beberapa orang meyakini kalau kita akan sangat kompetitif di dunia," ujar Menpar Arief Yahya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pariwisata itu naturally seperti eskpor, ekspor itu sederhananya menjual sesuatu atau produk yang bayarnya menggunakan mata uang asing, kalau pariwisata lebih beruntung, barangnya tidak kita jual keluar, dan pembelinya baik hati, membayarnya di Indonesia," ujar Arief.
Wisman yang datang ke Indonesia tentunya juga akan mengeluarkan uang lebih royal, karena dollar sedang tinggi. Dimana pengeluaran yang dikeluarkan wisman saat traveling ke Indonesia akan menambah devisa negara.
"Jadi kalau untuk short answernya positif di pariwisata, kita akan lebih bisa bersaing dengan luar," tambah Arief.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru