Bebas Visa 30 Negara, Langkah Tepat Dongkrak Kunjungan Wisman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bebas Visa 30 Negara, Langkah Tepat Dongkrak Kunjungan Wisman

- detikTravel
Selasa, 17 Mar 2015 17:20 WIB
Bebas Visa 30 Negara, Langkah Tepat Dongkrak Kunjungan Wisman
Wisatawan mancanegara di Bali (Gede/detikTravel)
Jakarta - Rencana bebas visa yang tadinya akan diberlakukan untuk wisatawan dari 4 negara, ditambah menjadi 30. Langkah ini dinilai sudah tepat untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

"Kalau untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan dengan bebas visa ke sekian puluh negara itu positif. Saya percaya angka kunjungan akan meningkat," ujar Dr Drs Jajang Gunawijaya MA, pakar pariwisata Universitas Indonesia dalam wawancara dengan detikTravel, Selasa (17/3/2015).

Jajang menjelaskan bahwa pembebasan visa untuk turis 30 negara merupakan salah satu cara yang tepat untuk menarik banyak wisman ke Indonesia. Tetapi hal itu harus diikuti dengan tindakan lain, dan dalam hal ini Kementerian Pariwisata harus bekerjasama dengan kementerian lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Visa 30 negara bukan segalanya kalau tidak diikuti tindakan lain. Kementerian Pariwisata kan enggak bisa sendiri, harus kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kemenkominfo, Kementerian Luar Negeri. Harus bareng-bareng," kata Jajang.

Tindakan yang harus dilakukan seiring dengan kebijakan bebas visa 30 negara itu memang cukup banyak dan tak bisa diselesaikan sendiri. Seperti promosi terjadwal, kampanye pariwisata, pembangunan imej Indonesia yang positif, memperbaiki sarana dan prasarana hingga meningkatkan mutu destinasi wisata.

Jajang juga menyebutkan bahwa untuk membangun imej Indonesia yang positif di mata dunia, media harus ikut membantu. Sebaiknya media sering memberitakan hal-hal positif tentang kondisi Indonesia agar banyak wisman yang makin tertarik dan yakin bahwa Indonesia itu aman.

"Teman-teman wartawan juga kerja sama supaya imej bagus. Imej Indonesia itu aman bersih. Bagaimana mau imej bagus kalau pembegalan di blow up, padahal wartawan asing juga meliput. Jadi gimana caranya imej itu harus diimbangi yang bagus," ucap Jajang.

(krn/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads