Asal Tak Ganggu Konservasi, Taman Nasional Boleh Untuk Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Asal Tak Ganggu Konservasi, Taman Nasional Boleh Untuk Wisata

- detikTravel
Jumat, 10 Apr 2015 14:50 WIB
Asal Tak Ganggu Konservasi, Taman Nasional Boleh Untuk Wisata
Dompu - Taman Nasional Gunung Tambora akan diresmikan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada puncak acara peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora, Jumat (11/4) di Dompu, NTB. Nantinya, taman nasional ini boleh untuk tempat wisata. Asalkan tidak merusak alam.

"Itu yang namanya kolaborasi jasa lingkungan. Taman nasional untuk wisata itu jasa lingkungan yang dijual, tapi tak boleh ganggu konservasi," ujar Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Menhut LH) Siti Nurbaya kepada awak media di Doro Ncanga, Dompu, NTB, Jumat (10/4/2015).

Menurutnya, dalam memutuskan suatu daerah menjadi taman nasional itu harus berhati-hati. Taman nasional mengedepankan konservasi dan fungsi lindung yang lebih keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak semua bagiannya bisa dikunjungi dan wisatawan yang datang pun harus ikut menjaga lingkungan. Kalaupun nantinya akan ada pembangunan resor, hanya 10% bagian yang diperbolehkan.

Siti memaparkan, langkah untuk melindungi taman nasional dari investor asing juga akan dilakukan. Biasanya memang banyak pihak yang ingin berinvestasi atau melakukan usaha di sebuah taman wisata yang ramai turis. Sebisa mungkin akan diatur supaya masyarakat lokal lah yang ikut mendapat keuntungan dari adanya turis, bukan investor asing.

"Ada jasa, ada usaha sarana wisata. Yang kita izinkan yang jasa. Masyarakat bisa jadi pemandu, jual suvenir," ujar Sony Partono, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut LH.

Kedepannya beberapa lokasi lain seperti Kawah Ijen di Banyuwangi dan Zambrud di Riau juga akan diresmikan sebagai taman nasional.

"Zambrud sama Kawah Ijen lagi diusulkan," ujar Siti.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads