Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, merupakan sebuah kesepakatan antar 10 negara ASEAN untuk membuka aliran barang, jasa, investasi antar negara, tidak terkecuali pariwisata. Dalam Workshop Kepariwisataan Bagi Jurnalis di Hotel Salak The Heritage, Bogor pihak Kemenpar pun tengah bersiap untuk bersaing dengan negara ASEAN.
"Poin saya, ketika kita menghadapi MEA itu, sebenarnya kami dari pariwisata cukup optimis. Menurut Badan Nasional Sertifikasi Profesi, sektor yang paling siap adalah, alhamdullilah, sektor pariwisata," ujar Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenpar, I Gede Pitana, kepada media, Minggu (12/4/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang pasar dosestik kita itu adalah 250 juta jiwa, maka nantinya mulai 1 januari 2016, pasar domestik kita berjumlah 600 juta jiwa, kita nggak lagi Sabang sampai Merauke, tetapi ASEAN yang 10 negara itu," ujar I Gede Pitana.
Dengan dimulainya MEA tahun depan, arus barang hingga tenaga kerja lintas batas antar negara ASEAN akan makin gencar. Dalam bidang pariwisata, pihak Kemenpar pun akan segera melakukan sertifikasi tenaga kerja Indonesia, khususnya di bidang seperti hotel dan restoran.
"Tenaga kerja pariwisata wajib disertifikasi, di samping undang-undang, bagaimana agar tenaga kerja kita itu diakui dalam persaingan di tingkat ASEAN," ujar I Gede Pitana.
Pihak Kemenpar tentunya ingin agar para pelaku pariwisata di Indonesia dapat lebih siap untuk bersaing di lingkup ASEAN. Dengan sertifikasi diharap agar nilai TKI kita dapat naik dan lebih dihargai, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Sebaliknya, kami inginnya mengekspor tenaga kerja sebanyak-banyaknya," tambah I Gede Pitana.
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh