"Turis ke Korea Selatan tahun lalu ada 14 juta. Untuk muslimnya ada 750 ribu orang. Ada kebijakan untuk meningkatkan 20% turis muslim pada 2015," ujar Direktur Korea Tourism Organization (KTO) Oh Hyon Jae dalam acara Penandatanganan MoU Pengembangan Produk Wisata Muslim di Kantor Garuda Indonesia Holidays, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (30/4/2015).
Dalam mencapai target ini, ada dua program yang harus dijalankan, yaitu memperbanyak restoran halal dan tempat ibadah. Program ini sudah mulai dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada restoran yang bersertifikasi halal di Korsel. Sertifikat halal harus didapat instansi Islam resmi dan akan segera diurus. Sementara ini, yang banyak disediakan untuk wisatawan muslim adalah restoran yang tidak menjual makanan haram.
"Sejujurnya restoran yang bersertifikasi halal masih belum ada. Tapi kalau moslem friendly restoran itu ada banyak, yang tidak menjual babi dan minuman keras. Itu yang ditawarkan untuk wisata muslim," tuturnya.
Sedangkan untuk tempat ibadah, ada sekitar 15 masjid dan 60 musala di seluruh Korsel. Jumlah musalanya akan ditambah seiring dengan peningkatan jumlah turis muslim yang berkunjung ke Korsel.
"Di seluruh Korea ada 15 masjid besar dan kalau musala ada 60. Pemerintah daerah akan membantu untuk membangun lebih banyak musala," katanya.
Salah satu provinsi di Korsel yang sudah mulai meningkatkan fasilitas untuk turis muslim adalah Gangwon. Provinsi ini pun telah menandatangani kerjasama dengan KTO dan Garuda Indonesia Holidays dalam hal paket tur wisata muslim.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang