Adalah Michael Merry, seorang turis asal Irlandia yang dipukul ladyboy pakai sepatu hak tinggi sampai berdarah-darah di kepala. Penyebabnya, Michael menolak ajakan seks dan sempat mendorong ladyboynya. Padahal, Michael sudah menolak secara halus, tapi si ladyboy makin menjadi-jadi menggodanya.
Peristiwa tersebut pun membuat kepolisian setempat turun tangan. Michael mendapat perawatan, sementara si ladyboy dijerat dakwaan penyerangan fisik. Sayang, tidak disebutkan bentuk hukuman atau dendanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan akhir bulan Maret 2015 lalu, pasangan turis suami istri asal Polandia, Marek Pietrzycka dan Katarzyna mengalami hal yang sama. Seorang ladyboy berusia 23 tahun menganggu sang suami dan mencoba merayunya.
Tak terima, sang istri langsung cek cok dengan si ladyboy. Keduanya saling memaki, sampai kemudian si ladyboy menyerang kepala Katarzyna dari belakang pakai sepatu hak tinggi. Darah segar langsung mengucur dari kepalanya dan membasahi bajunya yang berwarna putih.
Katarzyna mendapat perawatan, sementara si ladyboy yang diketahui bernama Plagad Somian harus mendekam di kantor polisi. Selanjutnya, dia menjalani sidang dan bisa jadi berakhir di penjara.
Pertengahan tahun 2014 lalu, seorang turis asal Negeri Paman Sam harus mendapat 15 jahitan di wajah. Akibatnya, dia diserang ladyboy ketika menolak ajakannya untuk mampir ke bar.
Turis berusia 36 tahun ini padahal sudah menolak baik-baik. Entah karena kesal atau hal lainnya, si ladyboy langsung menyerang wajah sang turis memakai sepatu hak tinggi. Kemudian, dia pun melarikan diri.
Kejadian yang paling parah, mungkin tahun 2013 silam. Di kawasan pantai dekat Hard Rock Hotel di Pattaya, seorang turis pria asal Rusia didekati oleh ladyboy yang agresif. Si ladyboy langsung memeluknya dan meraba-raba.
Namun ketika si ladyboy pergi, turis asal Rusia yang bernama Ilia Mozhaev baru sadar kalau iPhone dan dompetnya di saku tidak ada. Dia langsung berteriak dan mengejar ladyboy yang belum jauh jalannya. Ladyboy yang berusia 31 tahun dan bernama Chokchai Chonsoongnoen langsung ditangkap oleh petugas polisi yang kebetulan sedang berada di sana. Beruntung, iPhone dan dompetnya masih ada.
Kejadian-kejadian seperti itu, membuat traveler harus lebih waspada ketika berada di Pattaya atau daerah lain yang terkenal sebagai kawasan ladyboy. Kejadiannya pun kebanyakan terjadi malam hari, ketika para ladyboy ramai di jalanan dan merayu turis yang lalu lalang.
Ada baiknya, traveler untuk terus waspada. Jangan terpancing emosi untuk adu mulut dengan ladyboy. Lebih baik, langsung jalan cepat untuk segera pergi dari situ. Ladyboy memang menjadi salah satu daya tarik di Thailand. Namun ketika mereka sudah main tangan, jangan sampai Anda jadi korban selanjutnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong