Dalam rilis Kemlu kepada detikTravel, Rabu (6/5/2015) promosi pariwisata Indonesia kepada diplomat asing ini masuk dalam program Pelatihan Diplomatik Internasional ke-14. Ada 8 diplomat internasional dan 14 diplomat nasional traveling ke Taman Laut Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 28 April 2015 selama 3 hari.
Kegiatan mereka sungguh beraneka macam. Para diplomat ini menanam bakau di Pantai Liya. Kemudian, mereka berkunjung ke Benteng Liya yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Buton dan masjid tertua di Pulau Wangi-Wangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakatobi juga memiliki kelompok sadar wisata di Pantai Waha. Kelompok sadar wisata Waha Tourism Community bertukar pikiran dengan para diplomat ini sambil memamerkan makanan khas dan kerajinan tenun serta mengajak menari tradisional.
Pada malam di hari ketiga, seluruh diplomat peserta Sesparlu Internasional ke-14 dan Sesparlu ke-52 dijamu makan malam oleh Bupati Wakatobi Ir Hagua. Para diplomat memberi usulan cara mempromosikan Wakatobi melalui media sosial seperti Facebook, Wikipedia, Twitter, Youtube dan lainya.
Mr Gao, diplomat dari China, menyampaikan dirinya terkesan dengan Wakatobi. Tapi dia juga memberikan kritik soal perlunya perbaikan sarana dan prasarana untuk turis asing.
Mereka juga sempat melakukan bakti sosial di Wakatobi. Pemkab Wakatobi berharap agar para diplomat Indonesia dan asing tersebut dapat pulang ke kota asalnya masing-masing dan mempromosikan tujuan wisata baru yaitu Wakatobi.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!