Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Mei 2015 17:18 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Potensi Wisata Indonesia Lewat Perangko Sejak 1945

(Sastri/detikTravel)
(Sastri/detikTravel)
Jakarta - Dari tahun ke tahun, perangko menjadi salah satu bentuk pengenalan Indonesia kepada turis luar negeri. Kini terbit buku yang mengupas tuntas aneka perangko Indonesia, sejak tahun 1945-2012.

Jika Anda masih melakukan tradisi surat-menyurat atau hobi filateli, perangko punya peranan penting untuk memperkenalkan daerah asal terutama kepada turis luar negeri. Namun tak hanya itu, jika dikumpulkan, perangko-perangko asli Indonesia menceritakan kondisi dan kekayaan wisata Nusantara dari masa ke masa. Kumpulan perangko inilah yang dipaparkan dalam buku 'Indonesia Through Stamps'.

"Tim penulis butuh 7 tahun menyusun buku ini. Kami ingin buku ini bisa memperkenalkan Indonesia termasuk lewat diplomasi internasional, menjadi suvenir untuk tamu kenegaraan," tutur Gatot S Dewabroto, Jubir Kemenpora sekaligus salah satu penulis buku 'Indonesia Through Stamps' saat konferensi pers di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Buku 'Indonesia Through Stamps' terdiri dari 12 bab, masing-masing menjelaskan alam, budaya, flora, fauna, kuliner, juga kegiatan dan prestasi Indonesia di dunia internasional. Total ada 1.250 perangko yang dipaparkan dalam buku ini, dari tahun yang berbeda, dengan harga yang beragam mulai dari Rp 50 sampai Rp 2.500.

"Kekayaan alam, flora dan fauna ada semua di buku ini. Perangko turut memperkenalkan pesona Indonesia di mata internasional," tambah Gatot.

Bagaimana cara memesan buku ini? Anda bisa memesannya via email ke alamat lestari_kiranatama@yahoo.com, dengan harga buku Rp 1 juta. Buku ini jadi suvenir yang cocok untuk teman atau kerabat Anda di luar negeri. Buku ini bisa menjadi sumber informasi bagi wisman untuk mengenal lebih dekat keanekaragaman budaya dan kreativitas bangsa Indonesia.

(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED