"Kakatua diminati masyarakat karena memang berbeda dari jenis burung lain. Punya intelegensi di atas rata-rata, mudah adaptasi," ujar Kepala Unit Taman Burung TMII Muhammad Piter Kombo dalam wawancara khusus kepada detikTravel di Taman Burung TMII, Jakarta Timur, Senin (11/5/2015) kemarin.
Ia mengatakan dengan intelegensi yang lebih tinggi dibanding burung lain, kakatua lebih mudah untuk dilatih dan lebih cepat akrab dengan manusia. Jadi, terbentuk sebuah pola pikir bahwa kakatua itu paling asyik untuk dipelihara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat pola pikirnya kakatua itu bisa dipelihara. Padahal jangan seperti itu. Burung dengan tingkat intelegensi seperti ini lebih sulit perawatannya," jelas Kombo.
Burung dengan intelegensi seperti kakatua, memang butuh perawatan lebih dibanding yang lainnya. Jika tidak dirawat dengan tepat, pertumbuhan dan perkembangan kakatua bisa terganggu. Padahal burung jenis ini sudah terancam punah dan harus segera diselamatkan.
"Kalau tidak diselamatkan sekarang, masa mau ditunggu sampai punah?" ucap Kombo.
Jadi bagi traveler yang masih memelihara kakatua, sebaiknya segera menyerahkannya ke pihak Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA). Nantinya, kakatua akan dirawat di penangkaran terlebih dahulu sebelum dilepas ke habitat aslinya.
Nah, kalau kangen dan ingin bertemu si jambul kuning serta jenis kakatua lainnya, traveler bisa berkunjung ke Taman Burung. Tak hanya bisa melihat kakatua, traveler juga dapat menyaksikannya berjoget hingga foto bareng lho!
(krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru