Turis Bawa Sisa Bom Perang Dunia, Hebohkan Stasiun Kereta Paris

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Bawa Sisa Bom Perang Dunia, Hebohkan Stasiun Kereta Paris

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 25 Mei 2015 13:30 WIB
Turis Bawa Sisa Bom Perang Dunia, Hebohkan Stasiun Kereta Paris
Ilustrasi (TSA/Instagram)
Paris - Seringkali turis membawa pulang suvenir berupa gantungan kunci, namun lain halnya dengan traveler Inggris bernama David Glover. Ia membuat heboh seisi stasiun kereta gara-gara membawa bom sisa perang dunia pertama. Duh!

Dilihat detikTravel dari BBC, Senin (25/5/2015) peristiwa ini terjadi di Stasiun Gare du Nord Paris pada Senin (11/5) lalu. Seorang traveler Inggris bernama David Glover saat itu mau pulang ke Inggris naik kereta peluru Eurostar.

Dia kedapatan membawa bom sisa perang di tasnya pada pemeriksaan X-Ray! Sontak penemuan sisa bom tersebut membuat kehebohan di stasiun. Selain menimbulkan keterlambatan, penumpang seisi stasiun pun langsung dievakuasi. Tidak tanggung-tanggung, tim penjinak bom juga sampai diterjunkan.

Setelah diselidiki, ternyata traveler Inggris tersebut merupakan kolektor barang perang. Permintaan akan memorabilia barang perang meningkat pada momen peringatan tahunan, salah satunya adalah peringatan 70 tahun VE Day di Prancis yang berlangsung seminggu sebelum kejadian.

Tidak sedikit kolektor pecinta memorabilia perang yang membelinya secara online, dengan harga sekitar USD 70 (Rp 922 ribu) hingga USD 133 (1,4 juta). Pasar Loak Prancis pun terkenal sebagai salah satu toko yang menjual memorabilia perang, misalnya saja bekas rudal.

"Kejadian seperti itu terjadi cukup sering, selalu turis Inggris. Kami harus mengajarkan mereka bahwa itu harus dihentikan," ujar salah satu petugas stasiun kereta Prancis yang todak disebutkan namanya kepada BBC,

Di Stasiun Gare du Nord, kepemilikan barang seperti memorabilia perang harus disertakan dengan dokumen resmi jika ingin tetap membawanya. Kejadian serupa pun pernah terjadi di bulan April, Desember 2011, Mei 2012, serta September 2013.

Pihak pengelola pun sampai membuat tanda imbauan agar tidak membawa barang memorabilia seperti rudal, pedang, peluru, hingga bekas granat ke kereta. Bukan tanpa alasan, siapa tahu kalau barang memorabilia tersebut masih aktif dan berpotensi membahayakan orang lain.

(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads