"Ini sebenarnya terkait keseriusan penyelenggara, itikadnya bagaimana. Ini kita yang bener juga jadi kena juga, dicurigai. Tapi nggak apa-apa juga sih ditanya-tanya calon jemaah, memang seharusnya begitu, teliti dulu," ujar Andika Surachman, CEO PT First Anugerah Karya Wisata, memberikan tips saat ditemui di kantornya di Wisma Mulia, Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Selasa (26/5/2015).
Menurut Andhika, kasus penelantaran jemaah oleh pihak tour dan travel tidak kali ini saja terjadi. Karena itu calon jemaah perlu teliti benar, jangan hanya tergiur pada harga murah. Misalnya dengan melihat track record perusahaan travel tersebut dan ada baiknya meminta testimoni orang-orang yang sudah pernah menggunakan jasa perusahaan tersebut.
"Sebenarnya kasus-kasus itu bukan hanya yang promo saja, tapi yang mahal juga ada yang ditelantarkan. Sudah bayar Rp 25 juta tapi ditelantarkan. Murah dan mahal itu relatif, tergantung manajemennya," imbuh Andhika.
Perusahaannya sendiri beberapa kali menggelar promo umrah. Biayanya USD 1.500. Promo ini dilakukan jika memang situasi memungkinkan. Misalnya ketika ada tiket penerbangan murah, ada promo dari hotel, atau menurunkan kualitas hotel.
Promo umrah tidak bisa ditentukan kapan waktunya. Sekali lagi, itu tergantung kondisi di lapangan apakah memungkinkan untuk digelar harga promo. Namun Andhika memastikan pihaknya tidak pernah menelantarkan jemaah meskipun umrah dengan paket promo.
"Tujuan promo itu kan agar kegiatan umrah bisa dijalankan mereka yang punya ekonomi pas-pasan. Kalau yang lebih ya kita arahkan untuk yang reguler atau kelas VIP. Untuk VIP kita harganya USD 4.000," sambung Andhika.
(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)












































Komentar Terbanyak
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditarik ke Politik, Jokowi: Nggak Nyambung