Mendaki Puncak Gunung Tanpa Tetumbuhan, Bagaimana Caranya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Naik Gunung

Mendaki Puncak Gunung Tanpa Tetumbuhan, Bagaimana Caranya?

Faela Shafa - detikTravel
Kamis, 28 Mei 2015 17:15 WIB
Puncak Semeru (Kadek Aswin Yasa Putra/d'Traveler)
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu surga bagi para pecinta gunung api. Di mana, karakter puncak gunung api biasanya tanpa vegetasi atau tetumbuhan. Berikut cara mendaki yang aman di puncak gunung yang tanpa vegetasi.

Menurut seorang pendaki gunung sekaligus penulis buku Mountain Climbing for Everybody, Harley Sastha, tren yang sedang terjadi saat ini adalah naik gunung. Jumlah pendakian, terutama saat hari libur bisa sangat tinggi.

Ini yang harus diperhatikan. Karena kebanyakan gunung yang didaki di Indonesia merupakan gunung berapi.

"Dari 51 Taman Nasional, 75% nya punya gunung api, banyak didaki juga," kata Harley kepada detikTravel, Kamis (28/5/2015).

Karakter dari gunung api itu adalah memiliki area puncak yang tanpa vegetasi. Jika tidak mengetahui cara untuk mendaki area tanpa vegetasi, bisa berakibat fatal. Dari mulai luka-luka sampai kematian.

"Harus hati-hati di sekitar kawah atau caldera. Karena itu area bahaya. Areanya licin dan banyak kemungkinan longsor," tuturnya.

Tak heran jika banyak kejadian di mana pendaki terjatuh ke dalam kawah. Bisa jadi karena longsor, bisa jadi karena terpeleset. Maka dari itu, tingkatkan kehati-hatian.

Saat mendaki, ujar Harley, usahakan untuk tidak berdekatan. Kenapa? Karena besar kemungkinannya untuk terjadi longsor di area tersebut.

"Usahakan untuk menginjak batu yang sudah tua alias ajeg dan tidak mudah longsor," lanjut Harley.

Satu lagi yang penting adalah tahu kondisi. Musim apa Anda pergi ke sana, seperti apa tipe puncak gunung yang sedang didaki.

Puncak gunung tanpa vegetasi juga berisiko membuat pendaki disorientasi arah. Seringnya, pendaki bingung akan jalan pulang di area yang tanpa vegetasi karena tak ada patokan. Apalagi saat puncak sedang terselubung kabut dan sejenisnya. Tak jarang juga pendaki hilang karena kebingungan. Jangan sampai ya!

Buatlah tindakan preventif dengan memberikan tanda di jalur yang dilewati. Bisa menggunakan warna di batu atau dahan dengan tali yang ditancap di rute.

"Sehingga, meski tidak ingat kembali ke mana, bisa mengikuti jalur yang telah ditandai," lanjutnya.

Terakhir adalah, jangan memaksakan diri. "Misal cuaca buruk atau terjadi sesuatu, jangan memaksakan tetap ke puncak," kata pria dengan akun Twitter @harleysastha itu.

(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads