Sampah Paling Banyak di Rinjani: Bungkus Madu Sachet

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rinjani Banyak Sampah

Sampah Paling Banyak di Rinjani: Bungkus Madu Sachet

Faela Shafa - detikTravel
Jumat, 29 Mei 2015 15:20 WIB
Sampah Paling Banyak di Rinjani: Bungkus Madu Sachet
Suasana di Segara Anak (Michael/Istimewa)
Jakarta - Dari sekian banyak sampah yang tersebar di Gunung Rinjani, ada satu yang paling terlihat. Bungkus bekas Madurasa terlihat paling banyak berserakan. Tak heran, karena madu sachet ini sumber energi favorit para pendaki.

Mendaki gunung sedang jadi tren yang banyak dilakukan traveler. Sayangnya, belum banyak yang sadar bagaimana cara menyayangi alam itu sendiri.

Baru-baru ini sedang ramai dibicarakan sampah di Gunung Rinjani. Alam yang tadinya begitu cantik, kini tak beda dengan area pembuangan sampah. Salah satu yang paling banyak terlihat adalah bungkus Madurasa.

"Yang paling banyak itu bungkus Madurasa. Saya juga sempat lihat langsung ada yang buang bungkusnya habis minum Madurasa pas lagi jalan. Padahal kan bisa masuk kantong, kenapa harus buang sembarangan?" kata Michael kepada detikTravel, Jumat (29/5/2015).

Hal ini disetujui oleh Iie, traveler yang baru mendaki Rinjani baru-baru ini. Tak hanya di pendakian, sampah Madurasa juga ditemukan sampai di Puncak Rinjani.

"Iya bener, sampah Madurasa banyak banget, sama sampah tisu," ujar Iie kepada detikTravel.

Mengapa Madurasa? Karena dianggap pengganti paling praktis dibanding mengkonsumsi potongan gula merah. Madurasa yang manis dan mengandung karbohidrat bisa menambah tenaga saat mendaki. Tak heran jika banyak yang mengkonsumsi.

Selain Madurasa, sampah terbanyak lainnya adalah coklat Choki Choki. Yang memang fungsinya sedikit banyak mirip dengan potongan gula merah.

"Sampah lainnya itu ya cangkang telur dan sampah plastik seperti bungkus mie instan dan sejenisnya," lanjut Michael.

BACA JUGA: Cara Makan & Cuci Piring yang Baik Saat Naik Gunung

Sampah ini sering ditemui di area kemping karena di sanalah para pendaki memasak. Padahal, di dekat area Segara Anak sudah disediakan tempat sampah, setidaknya untuk sampah organik.

"Kagetnya, sampah makanan itu suka ditinggal begitu saja oleh porter yang biasa memasak. Kita mau bilang apa?" tutur Michael.

Mendaki gunung adalah hak semua orang. Tapi ada juga kewajiban yang harus dipenuhi yaitu menjaga keamanan dan kelestarian alam yang didatangi. Gunung bukan hanya milikmu, ada banyak makhluk lain yang juga butuh alam ini.

(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads